Pria di Banyuwangi Meninggal Dunia Saat Karaoke di Kafe

Suasana santai di sebuah kafe di Lingkungan Pancoran, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur, mendadak gempar, pada Jumat (22/5/2026) malam.

Mei 23, 2026 - 16:01
Pria di Banyuwangi Meninggal Dunia Saat Karaoke di Kafe

BANYUWANGI - Suasana santai di sebuah kafe di Lingkungan Pancoran, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur, mendadak gempar, pada Jumat (22/5/2026) malam.

Seorang pengunjung pria dilaporkan meninggal dunia secara mendadak saat tengah asyik berkaraoke.

Kapolsek Glagah, AKP Edi Jaka Supa'at, S.H., membenarkan adanya peristiwa seorang warga meninggal di ruang karaoke sebuah kafe. Dari keterangannya, pria tersebut adalah EM (52), warga Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri. 

“Benar terdapat kejadian orang meninggal dunia di ruang karaoke sebuah kafe bernama Bintang Terang,” jelasnya, Sabtu (23/5/2026). 

Dari keterangan para saksi, AKP Jaka menerangkan, Kronologi bermula saat EM datang ke Kafe Bintang Terang dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat sekitar pukul 13.55 WIB. Selanjutnya korban langsung masuk ke dalam ruangan karaoke seorang diri.

Berapa jam kemudian sekitar pukul 15.15 WIB, seorang saksi perempuan inisial M (32) warga Desa Olehsari, Kecamatan Glagah datang ke kafe tersebut sebagai pemandu lagu. Dirinya masuk ke ruang karaoke menemani korban dan operator lagu atas nama MPN (59).

“Pada saat menyanyi di dalam ruangan karaoke, korban diketahui minum satu gelas kopi, satu gelas teh tawar dan mengkonsumsi Pil Vitacimin sebanyak satu butir,” terang AKP Jaka.

Saat bernyanyi, lanjut AKP Jaka, korban dan saksi juga sempat terlihat memakan martabak yang dibeli oleh MPN.

Saat waktu telah menunjukkan pukul 18.45 WIB, korban mencoba berdiri dari kursi kayunya, namun tak bisa. Melihat kondisinya M segera bergegas membantu dan membaringkan korban di kursi lain yang lebih lebar.

Selanjutnya, M segera keluar ruangan untuk meminta pertolongan kepada MPN. Namun, saat kedua saksi tersebut masuk ke dalam ruangan, mereka menemukan korban sudah tergeletak di lantai.

“Kemudian saksi (MPN) menjemput petugas medis dari Klinik ‘Amanah’ di Banjarsari untuk memeriksa kondisi korban. Petugas menyatakan korban sudah dunia, sehingga kami mendapat laporan tersebut,” ungkap AKP Jaka.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke instalasi kamar jenazah RSUD Blambangan menggunakan mobil layanan Ambulance Banyuwangi untuk dilakukan pemeriksaan luar.

“Hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh dokter RSUD Blambangan menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” terang AKP Jaka.

Menurut keterangan pihak keluarga melalui istrinya, EM memang sempat mengeluhkan pusing dan memiliki riwayat kolesterol.

Meski demikian, selama ini korban diketahui tidak mempunyai riwayat penyakit bawaan atau gangguan kesehatan berat lainnya.

“Saat ini pihak keluarga korban menyatakan menolak autopsi terhadap jasad korban yang dikuatkan dengan membuat surat pernyataan. Dan saat ini kejadian tersebut dalam penanganan penyelidikan Unit Reskrim Polsek Glagah bersama Sat Reskrim Polresta Banyuwangi,” tutur AKP Jaka. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow