Pos Ronda Dusun Klagin Jadi Pusat Dialog TMMD 128 Probolinggo dan Aspirasi Warga
Komsos malam Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo di Desa Brabe perkuat transparansi program fisik dan non fisik hingga penutupan.
PROBOLINGGO - Pembangunan desa yang berhasil tidak hanya diukur dari seberapa cepat proyek fisik selesai, tetapi juga dari seberapa jauh masyarakat memahami dan terlibat dalam prosesnya.
Prinsip itu tampak dalam pelaksanaan komunikasi sosial malam hari TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo di Dusun Klagin, Desa Brabe, Minggu (3/5/2026).
Bertempat di pos ronda, Satgas TMMD duduk bersama warga untuk menyampaikan perkembangan terbaru seluruh program yang sedang berjalan.
Forum informal ini menjadi jembatan antara pelaksana program dan masyarakat, menghadirkan pola pembangunan yang lebih partisipatif.
Warga tidak hanya mendengar laporan progres pavingisasi, RTLH, dan sanitasi, tetapi juga mendapat gambaran tentang sasaran non fisik seperti penyuluhan kesehatan dan wawasan kebangsaan.
Serma Rustam menyebut komsos malam sebagai cara efektif menjaga keterbukaan informasi sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung.
“Warga jadi tahu progres dan tujuan TMMD secara utuh,” kata Serma Rustam.
Dalam konteks pembangunan pedesaan, pendekatan ini penting. Transparansi sering menjadi elemen yang terlupakan, padahal pemahaman warga terhadap program dapat menentukan keberlanjutan hasil pembangunan setelah proyek selesai.
Dengan mengetahui jadwal, target, dan manfaat program, masyarakat lebih siap menjaga hasil pembangunan serta mendukung penyelesaian pekerjaan.
Pos ronda sebagai ruang dialog juga memiliki makna sosial tersendiri. Ia adalah simbol kedekatan, kesetaraan, dan budaya musyawarah yang masih hidup di desa.
Melalui forum ini, TMMD tidak hadir sebagai program dari luar yang bekerja sendiri, melainkan sebagai gerakan bersama antara negara dan masyarakat.
Warga Dusun Klagin pun merasa lebih tenang karena mengetahui progres nyata serta target penyelesaian sebelum 21 Mei 2026.
Kepala Dusun menilai pola komunikasi ini memperkuat hubungan emosional sekaligus mempermudah penyelesaian persoalan lapangan.
TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo di Desa Brabe menunjukkan bahwa pembangunan yang kuat lahir dari dua hal: kerja nyata di siang hari dan dialog terbuka di malam hari.
Ketika pos ronda menjadi pusat komunikasi pembangunan, desa bukan hanya dibangun secara fisik, tetapi juga diperkuat melalui rasa percaya dan partisipasi sosial. (*)
Apa Reaksi Anda?