Polres Malang Imbau Tanpa Sound Horeg dan Petasan Saat Malam Takbir Lebaran

Kepolisian mengimbau masyarakat Kabupaten Malang tidak menggunakan pengeras suara berlebihan atau sound horeg, saat merayakan malam takbir lebaran.

Maret 30, 2025 - 10:30
Polres Malang Imbau Tanpa Sound Horeg dan Petasan Saat Malam Takbir Lebaran

TIMESINDONESIA, MALANG – Kepolisian mengimbau masyarakat Kabupaten Malang tidak menggunakan pengeras suara berlebihan atau sound horeg, saat merayakan malam takbir lebaran. 

Imbauan ini untuk menjaga ketertiban dan menghindari potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Pasalnya, penggunaan sound horeg berlebihan dan pesta petasan bisa mengganggu kenyamanan, terutama anak balita, lansia, dan masyarakat yang sedang beribadah. 

Selain itu, polisi juga meminta masyarakat menyalakan petasan saat malam takbir Idulfitri. 

Kedua hal tersebut dikhawatirkan juga berpotensi menimbulkan konflik sosial dan risiko kecelakaan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya pemuda yang merayakan malam takbir, untuk tidak menggunakan sound horeg atau petasan," demikian Kapolres Malang, melalui Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar. 

wawancara-22.jpg

Menurutnya, di beberapa tahun terakhir, penggunaan sound horeg dan petasan kerap menjadi pemicu ketegangan di beberapa wilayah. 

Suara yang terlalu keras tidak hanya mengganggu warga, melainkan juga berisiko berbahaya, terutama bagi pengguna jalan yang terganggu konsentrasinya.

"Pelaksanaan takbir keliling diperbolehkan selama tetap mematuhi aturan lalu lintas dan tidak menggunakan sound horeg atau menyalakan petasan. Jangan sampai euforia perayaan justru berujung gangguan keamanan atau kecelakaan," tandas AKP Bambang. 

Sebagai langkah pencegahan, Polres Malang akan meningkatkan patroli di sejumlah titik yang berpotensi menjadi pusat perayaan malam takbir. 

"Petugas akan memberikan teguran dan tindakan kepada masyarakat yang tetap menggunakan sound horeg berlebihan atau bermain petasan," tegasnya.

Polres Malang tetap mengajak seluruh masyarakat, menjadikan malam takbir sebagai kebersamaan yang penuh makna dan khidmat, tanpa harus mengganggu ketertiban umum. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow