Perkuat Jejaring Akademik, Undar Jombang Gelar Seminar Nasional Society 5.0 Bersama Sekolah Tinggi Islam Kendal
Universitas Darul ‘Ulum Jombang kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus berbasis pesantren yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
JOMBANG - Universitas Darul ‘Ulum Jombang kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus berbasis pesantren yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Hal itu ditunjukkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Sekolah Tinggi Islam Kendal yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertema “Membangun Generasi Islami di Era Society 5.0”, di Aula Lantai 2 UNDAR Jombang, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung semarak dengan kedatangan tiga bus rombongan STIK Kendal yang membawa sekitar 180 mahasiswa dan 20 dosen pendamping. Kehadiran rombongan dari Jawa Tengah itu disambut hangat oleh civitas akademika UNDAR bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam (BEM FAI) UNDAR Jombang.
Penandatanganan MoU menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarperguruan tinggi Islam, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan sumber daya dosen dan mahasiswa.
Ketua Yayasan UNDAR, M. Rizqi Mubarok dalam sambutannya menegaskan bahwa mahasiswa di era Society 5.0 dituntut tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga harus memiliki pondasi spiritual dan moral yang kuat.
“Mahasiswa harus mampu memanfaatkan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan spiritual,” ujarnya dalam keterangan yang diterima TIMES Indonesia, Sabtu (23/5/2026).
Seminar nasional dipandu oleh moderator Dr. Abdul Rouf yang menekankan pentingnya keseimbangan antara kecakapan teknologi dan pembentukan karakter Islami di tengah arus digitalisasi yang semakin masif.
Narasumber pertama, Prof. Ahmad Tantowi, memaparkan perkembangan teknologi informasi dan digital yang terus bergerak cepat dalam kehidupan masyarakat modern. Menurutnya, mahasiswa dituntut untuk tidak tertinggal dalam memahami serta memanfaatkan berbagai fitur teknologi. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi harus dibarengi dengan kemampuan menjaga benteng moral dalam penggunaannya.
“Pilihan bagi mahasiswa hari ini adalah bagaimana mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa kehilangan arah moralitas,” ungkapnya.
Sementara itu, narasumber kedua, H. Mudjib Mustain Romly, mengajak peserta untuk tidak terlalu berfokus pada tantangan fisik maupun teknologi semata, melainkan pada pembangunan kualitas diri melalui nilai-nilai trisula yang menjadi ruh pendidikan di UNDAR.
Ia juga menyoroti fenomena pergaulan sosial yang saat ini lebih banyak disibukkan oleh penggunaan gawai. Menurutnya, mahasiswa perlu membangun kembali komunikasi spiritual dengan Tuhan melalui kedekatan terhadap Al-Qur’an.
“Lebih seringlah membuka Al-Qur’an daripada membuka handphone,” tuturnya yang disambut antusias peserta seminar.
Menurut Gus Mudjib, komunikasi dengan aspek ilahiah menjadi penting agar manusia terhindar dari sikap riya dalam menempuh pendidikan, sekaligus meningkatkan ketaatan kepada guru dan memperkuat akhlak pribadi. Ia menjelaskan bahwa manusia memiliki unsur akal, jasad, ruh, nafsu, dan hati, di mana hati menjadi pengendali utama dalam menjalani kehidupan.
Seminar nasional berlangsung interaktif hingga akhir acara. Para peserta tampak aktif mengikuti jalannya diskusi dan menyampaikan berbagai pandangan terkait tantangan generasi muda Islam di era digital. Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol komitmen bersama antara UNDAR Jombang dan STIK Kendal dalam mencetak generasi Islami yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual dan moralitas. (*)
Apa Reaksi Anda?