Peringati Yauma 'Asyura, Muslimat NU Pacitan Berbagi Kebahagiaan dengan 150 Anak Yatim

Muslimat NU Cabang Pacitan bersama keluarga besar H. Murni Syamyudin memberikan santunan kepada 150 anak yatim piatu dalam peringatan Yauma 'Asyura 1448 Hijriah sebagai wujud kepedulian sosial.

Juni 27, 2026 - 11:01
Peringati Yauma 'Asyura, Muslimat NU Pacitan Berbagi Kebahagiaan dengan 150 Anak Yatim

PACITAN - Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Aula H. Murni di lingkungan Pondok Pesantren Nahdlatussubhan, Arjowinangun, Kabupaten Pacitan, saat 150 anak yatim piatu berkumpul dalam kegiatan santunan yang digelar Muslimat NU Cabang Pacitan bersama keluarga besar H. Murni Syamyudin.

Kegiatan bertajuk "Kebersamaan dengan Anak-Anak Hebat" tersebut menjadi bagian dari peringatan Yauma 'Asyura 1448 Hijriah atau 10 Muharram, yang selama ini dikenal sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya anak yatim.

Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Pacitan, Hj. Siti Aisyah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan Muharram. Tradisi berbagi kepada anak yatim, menurutnya, sejalan dengan program sosial Muslimat NU yang digerakkan dari tingkat pusat hingga daerah.

"Muslimat NU Cabang Pacitan bersama keluarga besar H. Murni Syamyudin mengadakan santunan anak yatim piatu. Semoga anak-anak hebat ini ke depan bisa sukses, tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama," kata Siti Aisyah, Sabtu (27/6/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar memberikan bantuan materi. Lebih dari itu, santunan menjadi sarana menanamkan nilai kepedulian dan solidaritas di tengah masyarakat.

 

150 Anak Yatim Piatu Muslimat NU Cabang Pacitan (Foto: Rojihan/TIMES Indonesia)
150 Anak Yatim Piatu saat foto bersama usai menerima santunan dari Muslimat NU Cabang Pacitan (Foto: Rojihan/TIMES Indonesia)

Menurutnya, ajaran Islam mengajarkan umat untuk saling berbagi dan membantu mereka yang membutuhkan. Karena itu, Muslimat NU terus mendorong para anggotanya untuk menyisihkan sebagian rezeki sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.

"Ini juga menjadi ikhtiar kami melatih warga Muslimat agar gemar berbagi. Kami ingin anak-anak yatim merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Ada banyak orang yang peduli dan menyayangi mereka," ujarnya.

Di tengah senyum dan keceriaan para peserta, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menghadirkan kebahagiaan sekaligus menyuntikkan semangat agar anak-anak terus menatap masa depan dengan optimistis.

Siti Aisyah berharap tradisi berbagi yang dilakukan Muslimat NU dapat terus berkembang dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Kami berharap Muslimat NU semakin semangat dalam mengabdi dan bermanfaat untuk umat. Untuk anak-anak yatim piatu, semoga kelak menjadi putra-putri yang saleh dan salehah, berprestasi, serta mampu menjadi teladan bagi generasi yang akan datang," tuturnya.

Bagi Muslimat NU Pacitan, Yauma 'Asyura bukan sekadar peringatan dalam kalender Hijriah. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian dan kasih sayang kepada sesama merupakan nilai yang harus terus dirawat, terutama bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan dan perhatian. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow