Peringati Hari Tari Dunia, DKM Bangkitkan Kesenian Tari Pada Generasi Muda

Para penari cilik juga turut meramaikan peringatan Hari Tari Dunia di Gedung DKM. Mereka membawakan berbagai jenis tarian, mulai dari tradisional hingga modern.

April 29, 2026 - 23:01
Peringati Hari Tari Dunia, DKM Bangkitkan Kesenian Tari Pada Generasi Muda

MALANG - Dewan Kesenian Malang (DKM) menggelar pertunjukan tari dalam memperingati Hari Tari Dunia pada Rabu (29/4/2026) yang berlokasi di Gedung DKM. Kegiatan ini bukan sebagai hiburan semata, tetapi sarana memperkenalkan kembali kebudayaan Indonesia kepada generasi muda. 

Sebanyak 150 penari turut ambil bagian dalam pertunjukan ini. Menariknya, puluhan di antaranya merupakan anak-anak yang tampil penuh percaya diri di atas panggung. Dengan wajah polos, mereka menunjukkan antusiasme tinggi dalam membawakan berbagai jenis tarian, mulai dari tradisional hingga modern.

Ketua DKM, Dimas Novib menjelaskan bahwa sebagai generasi muda maka harus mengerti terhadap kebudayaan Indonesia, terutama seni tari. Melalui kegiatan ini, ia berharap dapat memunculkan generasi-generasi yang turut mencintai dan mau melestarikan seni tari di Indonesia.

tari - 2

“Kegiatan ini termasuk medium untuk memperkenalkan tari kepada anak-anak, supaya mereka paham,” ujarnya. 

Ia pun juga mengapresiasi semangat anak-anak yang turut memeriahkan agenda tahunan ini.

Sementara itu, salah satu penari berusia delapan tahun, Alice Geordeoux menyampaikan antusiasmenya untuk perform malam ini. Ia bersama pelatihnya, Febi Triayu siap untuk menampilkan tari Rantoyo Putri yang berasal dari Surakarta. Tarian ini menitikberatkan pada pola tubuh dan rasa.

“Saya suka menari sejak kecil, dan hingga saat ini sudah menari di banyak event,” ujarnya di belakang panggung. 

Dalam proses persiapan, Alice menjalani latihan intensif bersama pelatihnya. Selain tampil di berbagai acara, siswa kelas 3 SD Laboratorium Universitas Negeri Malang (SD Lab UM) ini juga kerap diundang dalam pertunjukan di masyarakat.

Ibunda Alice, Lina, mengungkapkan bahwa putri ketiganya tersebut telah menggemari dunia seni sejak usia tiga tahun. Selain menari, Alice juga lihai dalam memainkan drum dan menjadi sinden.

“Memang sejak dini anaknya suka bidang seni, awalnya cuma bisa nari, terus pengen nyoba sinden hingga drum, dan itu berlanjut sampai sekarang,” ungkapnya.

tari - 1

Tak hanya itu, kegiatan seperti ini juga dinilai mampu meningkatkan rasa percaya diri anak. Salah satu penonton, Fitri Lidia, mengungkapkan bahwa anaknya yang turut ambil bagian dalam pertunjukan menjadi lebih percaya diri berkat seni tari. Menurutnya, tari juga dapat memberikan wawasan yang luas sekaligus menjadi medium pembelajaran yang positif bagi anak untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia. 

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni tari sekaligus melahirkan penerus yang berkomitmen melestarikan budaya Indonesia. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow