Perayaan Setengah Abad Dharma Lautan Utama, Bertabur Penghargaan bagi Mitra dan Pelanggan

PT Dharma Lautan Utama rayakan 50 tahun melayani bangsa lewat Anugerah Mitra Usaha dan Pelanggan 2026, menegaskan komitmen keselamatan, inovasi layanan, dan sinergi dengan pemerintah.

Mei 16, 2026 - 20:30
Perayaan Setengah Abad Dharma Lautan Utama, Bertabur Penghargaan bagi Mitra dan Pelanggan

SURABAYA - Eksistensi PT Dharma Lautan Utama (DLU) memasuki setengah abad. Menandai usai emas penuh makna, perusaahan pelayaran ini menggelar sebuah acara mengusung tema besar “50 Tahun PT Dharma Lautan Utama Melayani Bangsa”.

Momentum tersebut dikemas dalam gelaran Penganugerahan Mitra Usaha dan Pelanggan 2026 di Vasa Hotel Surabaya, Jumat (15/5/2026).

Turut hadir, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, perwakilan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

​Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama, Erwin H. Poedjono, menegaskan, bahwa malam penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah simbol penghormatan bagi para karyawan, mitra, dan pelanggan. ​Acara Anugerah Mitra Usaha dan Pelanggan ini memang rutin digelar setiap tahun sejak 2004.

Direksi PT DLU bersama Gubernur Jatim Khofifah

"Ini adalah bentuk takzim dan apresiasi kami kepada mitra, pelanggan, regulator, agen, hingga seluruh pemangku kepentingan," ujar Erwin sembari menyapa perwakilan Kementerian Perhubungan, Pemprov Jawa Timur, dan jajaran DPR RI yang hadir.

​Bagi Erwin, angka 50 tahun adalah simbol ketangguhan. Perjuangan membesarkan DLU bukanlah tanpa tantangan.

Perusahaan ini sempat dihantam badai krisis moneter 1998 hingga tekanan ekonomi global yang masih menyisakan riak hingga hari ini.

Namun, di saat perusahaan sejenis gulung tikar atau berpindah tangan, armada DLU tetap kokoh membelah ombak.

​"Keberadaan kami hingga hari ini tidak lepas dari dukungan pelanggan, agen, ekspedisi, regulator, dan seluruh stakeholder yang terus percaya dan berjalan bersama kami," tuturnya.

​Erwin mengisahkan bagaimana perusahaan ini lahir dari tangan dingin almarhum Soekarno dan almarhumah Sutakini Soekarno pada 15 Februari 1976. 

Langkah awal mereka diukir di lintasan legendaris Jokotole-Madura menggunakan KMP Jokodole. Kapal pertama itu kini menjadi monumen hidup yang masih setia beroperasi, menolak kalah oleh megahnya Jembatan Suramadu.

​Kini, bisnis DLU telah menggurita. Tidak hanya perkasa di laut dengan mengoperasikan 41 lintasan angkutan laut dan 11 lintasan perintis, DLU juga mengepakkan sayap ke sektor perawatan kapal, properti, pendidikan, kesehatan, hingga agribisnis.

​Keandalan mereka kembali teruji pada musim mudik Lebaran 2026 kemarin dengan menerjunkan 50 armada kapal penuh persiapan matang sejak tiga bulan sebelumnya. Hasilnya, DLU sukses mencatatkan raport hijau.

​"Pelaksanaan angkutan Lebaran tahun ini berjalan lancar dengan tingkat kepuasan masyarakat yang baik serta mencatatkan zero accident," ungkap Erwin bangga, sembari melempar pujian kepada para pengawas pelabuhan dan agen di lapangan.

​Urusan keselamatan memang menjadi kitab suci bagi DLU. Erwin menjamin seluruh armadanya telah memenuhi, bahkan melampaui standar internasional SOLAS yang mengacu pada International Maritime Organization (IMO), serta UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

Melalui pemeriksaan berkala oleh PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dan pantauan ketat dari pusat pengendalian berbasis ISM Code, keselamatan penumpang menjadi harga mati.

​Menariknya, DLU juga mengubah wajah kapal laut menjadi hotel berjalan. Di atas geladak, penumpang dimanjakan dengan reclining seat, ruang bermain anak, ruang menyusui, panggung live music, karaoke, hingga fasilitas potong rambut dan laundry gratis. Modernisasi juga menyentuh sistem tiketing yang kini sepenuhnya bisa diakses lewat jemari melalui aplikasi mobile.

​Pada malam penganugerahan, penghargaan bergengsi pun diserahkan kepada para mitra terbaik.

Mulai dari kategori Mitra Dharma Satya Karya, Mitra Dharma Paramartha Utama, Mitra Dharma Satyawira Karya, Duta Bakti Prima, Duta Dharma Satya, hingga Mitra Dharma Utama.

​Pada kesempatan tersebut, Erwin juga menyampaikan harapan berupa rekomendasi taktis kepada Kementerian Perhubungan. 

Mulai dari urgensi perbaikan fasilitas terminal penyeberangan, pengerukan alur laut yang kian dangkal, penyesuaian tarif yang adil, hingga ketegasan terhadap truk nakal berkategori Over Dimension Over Loading (ODOL).

​Erwin berharap agar sinergi antara pemerintah dan operator tetap kokoh demi kemajuan transportasi laut Indonesia. 

​"Kami berkomitmen untuk terus melayani masyarakat Indonesia dengan semangat We Serve The Nation," pungkasnya.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow