Penuhi Program Seragam Sekolah Gratis, Aulia Cemerlang Abadi Latih Menjahit Berbasis Kompetensi
LPK Aulia Cemerlang Abadi fokus melatih penjahit lokal demi memenuhi produksi 29 ribu seragam sekolah gratis di Bontang sekaligus menekan pengangguran.
BONTANG - Terbatasnya sumber daya manusia (SDM) lokal di Kota Bontang yang mahir menjahit memaksa Lembaga Pelatihan Aulia Cemerlang Abadi untuk fokus menggelar Pelatihan Menjahit Seragam Sekolah.
Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan tenaga penjahit profesional yang akan mendukung program pengadaan seragam sekolah gratis bagi ribuan pelajar di Kota Taman setiap tahunnya.
Program pelatihan ini dirancang khusus untuk memastikan kualitas jahitan sesuai dengan standar seragam yang ditetapkan pemerintah.
Selain untuk mempercepat proses produksi, inisiatif ini bertujuan memberdayakan UMKM dan penjahit rumahan agar mampu bersaing secara profesional dalam proyek skala besar.
Penyesuaian durasi pelatihan untuk menjamin penguasaan teknik yang matang, kurikulum pelatihan dibagi menjadi dua kategori berdasarkan tingkat kemampuan peserta berupa Kelas Pemula atau Dasar dan Kelas Lanjutan.
Suasana pelatihan saat materi pelatihan menjahit dasar (Foto: Kusnadi/TIMES Indonesia)
Khusus bagi kelas lanjutan, penjahit diastikan telah memiliki dasar, pelatihan cukup ditempuh selama 12 hari. Fokus pada kategori ini adalah peningkatan kecepatan kerja dan presisi detail sesuai standar teknis seragam sekolah Pemkot Bontang
“Untuk pemula kami laksanakan selama 20 hari intensif. Peserta akan dibekali teknik dasar mulai dari pengenalan mesin jahit, pembuatan pola standar seragam, hingga teknik pemotongan kain,”ujar Pimpinan LPK Aulia Cemerlang Abadai Norhayati kepada TIMES Indonesia, Senin (11/5/2026)
Norhayati menyebut sinergi lembaganya bersama Balai Latihan Kerja (BLKS) Samarinda dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda sangat membantu. Terbukti 3 tahun kerjasama itu dilakukan pihaknya mampu membantu menekan pengangguran khususnya ibu rumah tangga
“Yang terdekat kami baru saja melakukan pelatihan dari tanggal 13 sampai 25 April. Kami lanjutkan 7 hari pelatihan tambahan untuk memantapkan hasil pelatihan. Semua pesertanya perempuan dominan ibu rumah tangga,” ungkapnya.
Ia berharap dukungan pemerintah melalui BPVP, pelatihan ini bisa terus menerus berjalan. Pihaknya meyakini hasil dari pelatihan ini telah berkontribusi positif bagi pemberdayaan umkm lokal yang bermuara pada peningkatan ekonomi masyarakat.
"Dengan pelatihan ini, mereka tidak hanya memiliki keahlian, tetapi juga peluang ekonomi nyata karena langsung terlibat dalam pengadaan seragam sekolah setiap tahunnya," ungkap Norhayati
Diketahui keterlibatan penjahit lokal sangat krusial. Pada tahun anggaran 2026, Pemkot Bontang menargetkan produksi lebih dari 29.000 stel seragam dengan melibatkan sekitar 600 penjahit lokal. (*)
Apa Reaksi Anda?