Wujudkan Kampung Siaga Bencana, Pemkot Mojokerto Perkuat Kompetensi Satlinmas

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menegaskan tentang peranan strategis Satlinmas sebagai penjaga kondusifitas wilayah. Hal ini sekaligus sebagai ujung tombak kesiapsiagaan bencana.

Juli 27, 2026 - 13:31
Wujudkan Kampung Siaga Bencana, Pemkot Mojokerto Perkuat Kompetensi Satlinmas

MOJOKERTO - Keamanan dan kenyamanan dianggap sebagai salah satu modal utama dalam pembangunan Kota Mojokerto

Karena itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menegaskan tentang peranan strategis Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) sebagai penjaga kondusifitas wilayah. Hal ini sekaligus sebagai ujung tombak kesiapsiagaan bencana. 

Hal tersebut disampaikan Ning Ita - sapaannya, saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Linmas dalam Mewujudkan Kampung Siaga Bencana Kelurahan Meri di Suident Camp, Trawas, Kabupaten Mojokerto. 

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto (Pemkot Mojokerto) memiliki keterbatasan sumber daya alam sehingga kekuatan utama yang dimiliki adalah sumber daya manusia dalam kemampuan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta kondusif.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi faktor penting untuk menarik masyarakat maupun investor agar terus datang dan berinvestasi di Kota Mojokerto.

Ning Ita menekankan, potensi terbesar yang bisa dipersembahkan untuk memajukan Kota Mojokerto adalah memberikan kenyamanan, memberikan iklim yang kondusif, sehingga masyarakat yang hadir merasa seperti di rumahnya sendiri.

"Potensi itulah yang harus terus kita jaga, dan untuk mewujudkannya dibutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk peran aktif Satlinmas," kata Ning Ita, Minggu (26/7/2026).

Ning Ita kemudian mencontohkan berkembangnya kawasan industri kafe di wilayah Kuwung, Kelurahan Meri.

Menurutnya, kawasan tersebut tumbuh secara alami tanpa dirancang sebagai kawasan industri dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), namun kini menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di Kota Mojokerto.

Hal tersebut tentunya harus didukung dengan menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan. 

Ia mengapresiasi bahwa tanpa campur tangan pemerintah menyediakan kawasan industri, di sana tumbuh industri perkafean. 

"Ini luar biasa dan harus kita dukung dengan menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan tertib. Jangan sampai masyarakat yang datang merasa tidak nyaman karena praktik parkir liar, pemalakan, atau gangguan keamanan lainnya," tegasnya.

Selain menjaga keamanan dan ketertiban, Satlinmas juga diharapkan siap menghadapi berbagai potensi bencana.

Ning Ita menyebut Kelurahan Meri memiliki kerawanan banjir akibat dilintasi sejumlah sungai besar, serta potensi kebakaran seiring berkembangnya kawasan kuliner.

Meski pengelolaan sungai menjadi kewenangan pemerintah pusat dan provinsi, ia mengajak masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi risiko bencana.

"Kita memang tidak memiliki kewenangan membangun atau merevitalisasi sungai karena itu merupakan aset pemerintah pusat. Namun kita tetap bisa berperan dengan menjaga kebersihan sungai melalui kerja bakti rutin agar potensi banjir dapat diminimalkan," jelasnya.

Lebih lanjut, Ning Ita menyampaikan bahwa keberadaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mojokerto yang baru dibentuk menjadi langkah penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Sehingga masyarakat bisa memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. 

"Satlinmas harus mampu menjadi penenang masyarakat dan melakukan penanganan awal sebelum petugas datang. Karena itu pelatihan seperti ini menjadi sangat penting," tegasnya.

Menutup sambutannya, Ning Ita berharap seluruh peserta dapat membawa ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan untuk diterapkan di lingkungan masing-masing.

"Saya berharap sepulang dari kegiatan ini Satlinmas Kelurahan Meri semakin kompak, semakin semangat, serta mampu mewujudkan Kelurahan Meri yang aman, nyaman, kondusif, dan tangguh menghadapi berbagai potensi bencana," pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow