41 Dapur MBG di Situbondo Mangkrak, Satgas Siapkan Putus Kerja Sama Mitra
Sebanyak 41 titik pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Situbondo dilaporkan mangkrak dan belum menunjukkan progres pembangunan
SITUBONDO - Sebanyak 41 titik pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Situbondo dilaporkan mangkrak dan belum menunjukkan progres pembangunan.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Situbondo, Akhmad Yulianto mengatakan, puluhan titik dapur tersebut hingga kini belum memiliki kejelasan kelanjutan pembangunan.
“Sampai hari ini kita masih menyisakan 41 titik pembangunan SPPG di Kabupaten Situbondo yang belum jelas progresnya,” kata Yuli usai rapat evaluasi di Kantor Pemkab Situbondo, Selasa (12/5/2026).
Menurut Yuli, Satgas MBG akan memanggil seluruh mitra pelaksana pada Selasa pekan depan (18 Mei-red) untuk dimintai penjelasan terkait mandeknya pembangunan dapur MBG.
“Oleh karena itu terhadap 41 titik ini kita akan panggil, kita mintakan pernyataan mereka dan kesanggupan mereka,” ujarnya.
Jika para mitra tidak menunjukkan keseriusan, Satgas akan mengusulkan penghentian kerja sama atau cut-off dan mengganti dengan mitra baru agar program MBG tetap berjalan.
Yuli menegaskan, persoalan dapur mangkrak tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena akan memengaruhi efek ekonomi yang diharapkan muncul dari program MBG di Situbondo.
“Kita ingin ekonomi di Kabupaten Situbondo terus berjalan,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Kabupaten Situbondo, M Haikal Rizky menjelaskan, kendala utama pembangunan berasal dari material dan keterbatasan pendanaan investor.
“Kendala di pembangunan, rata-rata penyampaiannya adalah kekurangan bahan material yang mengambil dari luar negeri, sehingga proses pembangunan cukup terhambat,” kata Haikal.
Selain persoalan material, kemampuan dana investor juga dinilai belum mencukupi untuk menyelesaikan pembangunan dapur SPPG.
“Dana dari dapur-dapur ini pembangunannya cukup kesulitan karena investor yang dimiliki belum mumpuni,” ujarnya.
Haikal menambahkan, 41 titik dapur MBG yang mangkrak tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Situbondo. Jika para mitra tidak menunjukkan itikad baik saat dipanggil pekan depan, persoalan tersebut akan dilaporkan ke pemerintah pusat dan berpotensi dilakukan cut-off. (*)
Apa Reaksi Anda?