Pentingnya Edukasi Pengelolaan Keuangan Bagi RTP Kabupaten Lumajang

Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan (PLEK) diselenggarakan kembali di Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Penyelenggaraan pelatihan ini dlakukan s ...

April 10, 2023 - 00:50
Pentingnya Edukasi Pengelolaan Keuangan Bagi RTP Kabupaten Lumajang

TIMESINDONESIA, LUMAJANG – Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan (PLEK) diselenggarakan kembali di Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Penyelenggaraan pelatihan ini dlakukan secara serentak di 7 lokasi, dengan peserta dari 11 Kecamatan yaitu Klakah, Sukodono, Tekung, Yosowilangun, Tempursari, Jatiroto, Candipuro, Padang, Lumajang, Pasirian, dan Tempeh. 

PLEK merupakan serangkaian kegiatan dari Integrated Participatory Development and Management Program (IPDMIP). PLEK sendiri merupakan bagian dari upaya peningkatan akses dan layanan keuangan. Metode yang dipilih adalah pendekatan keluarga sebagai tim dimana Rumah Tangga Petani (RTP) yang menjadi peserta pelatihan adalah suami-istri. 

Yang menarik dari total peserta sejumlah 240 orang yang berumur antara 17 sampai 34 tahun sebanyak 54 orang atau 22,50%, umur 35 sampai 44 tahun sebanyak 78 orang atau 32,50%, umur 45 sampai dengan 54 tahun sebanyak 63 orang atau 26,25%, sisanya umur di atas 55 tahun sebanyak 45 orang atau 18,75%. Dengan demikian dapat dikatakan peserta pelatihan sebagian besar adalah petani milenial.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan bahwa kemajuan pertanian, bukan hanya ditentukan budidaya dan produksi, juga peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM pertanian melalui kegiatan pelatihan.

Kesadaran akan pentingnya mengelola keuangan yang rendah mengakibatkan ketidakseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran di dalam rumah tangga berakibat pada pengeluaran lebih besar daripada pendapatan yang diterima sehingga hutang keluarga semakin meningkat. 

Selaku pembina kegiatan pertanian di Provinsi Jawa Timur, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan sebagai UPT di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, terus melakukan pendampingan penyelenggaraan PLEK di beberapa kabupaten di Jawa Timur. Seperti yang tengah diselenggarakan di Kabupaten Lumajang. Pelatihan berjalan dengan lancar dan diikuti oleh peserta dengan antusias. 

Narasumber dan fasilitator PLEK adalah pejabat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, serta penyuluh yang merupakan peserta TOT PLEK di BBPP Ketindan. Selain itu BBPP Ketindan juga berperan sebagai pendamping dan penjamin mutu untuk pelatihan ini. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, Hairil Diani, berharap agar petani bisa menerapkan hasil pelatihan dalam usahatani dan rumah tangganya. Petani juga diharapkan mempu dan mau untuk melakukan pencatatan keuangan agar bisa mengetahui dan mengelola kondisi keuangan. 

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, menegaskan bahwa pengelolaan yang tidak baik, bisa menghambat program. Literasi keuangan merupakan keterampilan yang penting dalam pemberdayaan masyarakat. 

"Juga untuk kesejahteraan individu, perlindungan konsumen, dan peningkatan inklusi keuangan. Oleh karena itu, perlu peningkatan pemahaman dan keterampilan rumah tangga petani sasaran dalam mengelola keuangan rumah tangga dan usaha tani," ujar Dedi.

Herdinastiti selaku widyaiswara yang mendampingi kegiatan PLEK di Kabupaten Lumajang mengatakan, bahwa materi yang diberikan pada PLEK adalah Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga, Menabung Secara Berkelompok, Penumbuhan dan Pengembangan Kegiatan Simpan Pinjam (KSP), Produk layanan keuangan Pertanian (KUR dan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), serta Rencana Tindak Lanjut (RTL). 

Masing-masing rumah tangga tani diperkenalkan dengan pencatatan keuangan secara sederhana dan bisa diaplikasikan baik untuk rumah tangg dan juga usahatani, keterbukaan antar pasangan mengenai situasi ekonomi keluarga dilatih di sini, sehingga keharmonisan diharapkan bisa dicapai. 

Keberhasilan dari pelatihan ini dapat dilihat salah satunya melalui hasil evaluasi pre – post test peserta. Rata-rata nilai pre test peserta adalah 49,87 sedangkan nilai post test adalah 80,73, dengan demikian terjadi kenaikan nilai pre ke post test sebesar 30,86 atau 50,95% dengan kategori “Memuaskan”. Dengan hasil yang baik ini diharapkan petani sungguh-sungguh bisa membiasakan diri melakukan pencatatan keuangan, sehingga bisa mengelola keuangan rumah tangga dan usaha tani dengan lebih bijaksana. (*)
 

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow