Penerima Manfaat Rumah Pijar Malang Menerima Bimbingan Fisik, Mental, Spiritual dan Sosial

Rumah Pijar sendiri sebagai program preventif integratif bagi penyandang disabilitas mental, dijalankan oleh berbagai pihak dengan tugas dan fungsi yang berbeda.

Juni 19, 2026 - 18:31
Penerima Manfaat Rumah Pijar Malang Menerima Bimbingan Fisik, Mental, Spiritual dan Sosial

MALANG - Rumah Pijar, singkatan dari Rumah Peduli Jiwa dan Rasa, merupakan tempat tinggal bagi Penyandang Disabilitas Mental  di Kota Malang.

Jika selama ini penyandang disabilitas mental dan rumahnya identik dengan keputusasaan dan kemuraman, Rumah Pijar berupaya mengembalikan stigma itu menjadi rumah dengan senyum penderita disabilitas mental dan keluarga.

Rumah Pijar sendiri sebagai program preventif integratif bagi penyandang disabilitas mental, dijalankan oleh berbagai pihak dengan tugas dan fungsi yang berbeda.

Di antaranya melibatkan Dinas Kesehatan sebagai penyelenggara rehabilitasi kesehatan medis, Puskesmas dan rumah sakit sebagai pendamping kesehatan medis yang berfungsi menegendalikan agresivitas penyandang disabilitas mental melalui terapi dan obat-obatan.

Lalu, ada Dinas Sosial sebagai penyelenggara rehabilitasi sosial, Puskesos dan Koordinator Puskesos se-Kecamatan Sukun sebagai pendamping rehabilitasi sosial dan berfungsi untuk membimbing penyandang disabilitas mental memiliki fungsi sosialnya kembali.

Kegiatan kali ini diselenggarakan pada Kamis (18/6/2026) di gedung Aula Kantor Kecamatan Sukun Kota Malang dan diikuti 58 peserta penyandang disabilitas mental beserta keluarga dari Kecamatan Sukun.

Turut hadir, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin, Camat Sukun Dr Dian Kuntari, SSTP, MSi beserta jajaran, Kepala Puskesmas Kecamatan Sukun, Lurah se-Kecamatan Sukun dan Pilar Sosial (Puskesos dan Koordinator Puskesos, pendamping sosial penyandang disabilitas).

Dalam momen ini, Wakil Wali Kota Malang mengatakan bahwa kehadiran Rumah Pijar menjadi wujud komitmen Pemkot Malang dalam menghadirkan layanan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus.

"Arah pembangunan kami tidak memilih dan memilah. Seluruh masyarakat Kota Malang berhak merasakan pembangunan yang inklusif, termasuk penyandang disabilitas mental yang berada di tengah keluarga," tegasnya.

Ali menyebut bahwa Kecamatan Sukun memiliki jumlah terbanyak penderita disabilitas mental di mana seharusnya disetiap puskesmas memiliki psikolog klinis untuk merealisasikan hal tersebut.

"Nanti kami akan bekerjasama dengan organisasi psikolog untuk menempatkan psikolog klinis di puskesmas. Kebutuhan psikolog klinis akan dipetakan berdasarkan wilayah dengan jumlah pasien kesehatan jiwa terbanyak," kata Ali

"Pemkot menargetkan dapat direalisasikan tahun ini. Kami identifikasi dulu wilayah yang paling banyak membutuhkan. Saya rasa bisa karena nanti bekerjasama dengan profesi-profesi psikolog yang ada di Kota Malang," ungkapnya.

Pemberian bimbingan fisik, mental, spiritual dan sosial bagi penerima manfaat Rumah Pijar ini merupakan apresiasi dan penguatan kepada keluarga yang telah berperan aktif dalam proses pemulihan penyandang disabilitas mental.

Kegiatan ini juga untuk memperkuat kondisi mental, spiritual dan sosial penerima manfaat agar mempu berinteraksi lebih baik dengan lingkungan sekitar, mengurangi stigma serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap penyandang disabilitas mental melalui pendekatan berbasis keluarga dan komunitas.

Selain itu, kegiatan ini mengimplementasikan program Rumah Pijar sebagai model layanan sosial terpadu berbasis keluarga dan komunitas dalam mendukung terwujudnya Kota Malang yang Inklusif.

Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito W.,SSTP, MSi mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan semangat hidup penyandang disabilitas mental dalam menjalani  proses pemulihan dan rehabilitasi sosial.

"Selain itu juga meningkatkan pengetahuan dan kapasitas keluarga dalam mendampingi, merawat, dan memberikan dukungan yang tepat kepada anggota keluarga penyandang disabilitas mental," ungkap Donny dalam sambutannya.

Ia menambahkan, ada sekitar 3.700 masyarakat yang pernah menjalani pengobatan kejiwaan. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.600 orang masih menjalani terapi atau pengobatan lanjutan.

Melalui Program Rumah Pijar ini, Dinsos P3AP2KB Kota Malang juga diharapkan mampu meminimalisir memburuknya kondisi penyandang disabilitas mental menjadi agresif, mengembalikan harapan hidup dan mengembalikan keberfungsian sosial penyandang disabilitas mental.

Menurut Donny, dalam melakukan intervensi terhadap penyandang disabilitas mental, pihaknya bekerjasama dengan beberapa perangkat daerah.

"Di antaranya Dinas Kesehatan Kota Malang, Psikolog maupun Psikiater dari perguruan tinggi, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Malang, dan Dinas Koprerasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang," imbuhnya.

Peserta kegiatan nampak antusias mengikuti penyampaian materi 'Menjaga Harapan, Merawat dengan Kasih' yang membahas pendampingan penuh empati oleh fasilitator Trainer Dedy Marquis yang penuh motivasi bagi penyandang disabilitas mental dan keluarga.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan dari program Rumah Pijar kepada para penyandang disabilitas mental berupa bahan sembako dan snack. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow