Peneliti UGM: Infrastruktur dan Kesiapan Pengemudi Kunci Kelancaran Mudik 2026

Peneliti UGM Dwi Ardianta Kurniawan menilai kesiapan infrastruktur dan kondisi pengemudi menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran dan keselamatan mudik Lebaran 2026.

Maret 13, 2026 - 23:30
Peneliti UGM: Infrastruktur dan Kesiapan Pengemudi Kunci Kelancaran Mudik 2026

YOGYAKARTA Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada, Dwi Ardianta Kurniawan, menilai kesiapan infrastruktur dan kondisi pengemudi menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus mudik Lebaran 2026.

Menurutnya, pemerintah bersama operator jalan tol telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama periode mudik tahun ini.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan empat ruas tol fungsional yang dapat digunakan pemudik secara gratis guna membantu mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama.

“Pembukaan jalur fungsional ini diharapkan dapat mempercepat distribusi lalu lintas sehingga waktu tempuh perjalanan darat menjadi lebih efisien,” ujar Dwi Ardianta, Jumat (13/3/2026).

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sekitar 6.859 masjid di sepanjang jalur mudik sebagai rest area alternatif bagi pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat.

Dwi Ardianta juga mengingatkan pengemudi untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh, termasuk memeriksa kondisi ban, sistem pengereman, serta cairan penting seperti oli mesin dan minyak rem.

Ia menambahkan bahwa kelelahan pengemudi menjadi salah satu faktor yang sering memicu kecelakaan, terutama di jalan tol. Karena itu, pengendara disarankan beristirahat 15–30 menit setelah mengemudi maksimal empat jam.

Dengan kesiapan infrastruktur, kondisi kendaraan yang baik, serta kedisiplinan pengemudi dalam beristirahat, ia berharap arus mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih aman dan lancar. 

Arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan kembali diwarnai mobilitas masyarakat dalam jumlah besar. Pemerintah memprediksi sekitar 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan ke kampung halaman pada musim libur Idulfitri tahun ini. Meski jumlah tersebut sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya, kepadatan lalu lintas tetap diperkirakan terjadi di berbagai jalur utama.

Data tersebut disampaikan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang memproyeksikan puncak arus mudik terjadi pada 14–15 Maret dan kembali meningkat pada 18 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24 Maret 2026. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow