Gubernur Khofifah Bagikan Mushaf Madinah Hadiah Raja Salman untuk Warga Jatim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membagikan Mushaf Madinah hadiah Raja Salman kepada masyarakat dalam program Sapa Bansos Amaliyah Ramadan di berbagai daerah di Jatim.
SURABAYA Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membagikan Al-Qur’an Mushaf Madinah hadiah dari Penjaga Dua Tanah Suci, Salman bin Abdulaziz Al Saud, Raja Arab Saudi, kepada masyarakat selama bulan Ramadan.
Mushaf tersebut diserahkan dalam berbagai kesempatan kegiatan sosial Ramadan, salah satunya melalui program Sapa Bansos Amaliyah Ramadan di Pendopo Kabupaten Gresik, Jumat (13/3/2026).
Penyerahan Mushaf Madinah yang dicetak di Madinah Al-Munawwarah itu menjadi bagian dari upaya menghadirkan keberkahan Ramadan sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.
Menurut Khofifah, mushaf tersebut merupakan hadiah dari Raja Salman bagi umat Islam Indonesia. Pemberian itu juga dinilai sebagai simbol kuatnya hubungan persaudaraan antara Indonesia dan Arab Saudi.
“Berbagi Al-Qur’an ini merupakan salah satu amaliyah Ramadan yang diharapkan membawa kemuliaan dan keberkahan di bulan suci,” ujar Khofifah.
Selain di Kabupaten Gresik, pembagian Mushaf Madinah juga dilakukan di berbagai daerah di Jawa Timur melalui kegiatan Sapa Bansos Amaliyah Ramadan, antara lain di Kabupaten Pamekasan, Madiun, Lamongan, Tuban, Jombang, dan Nganjuk, serta sejumlah kabupaten/kota lainnya.
Khofifah menilai, pemberian mushaf dari Raja Salman mencerminkan eratnya ukhuwah Islamiyah sekaligus hubungan persahabatan antara Indonesia dan Arab Saudi.
“Pemberian ini bukan sekadar simbol berbagi di bulan suci Ramadan, tetapi juga menjadi cahaya Ramadan bagi masyarakat Jawa Timur sekaligus cerminan hubungan persaudaraan dan persahabatan yang telah terjalin lama antara Indonesia dan Arab Saudi,” katanya.
Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan bahwa Mushaf Madinah memiliki makna simbolik sebagai wujud persaudaraan umat Islam dunia.
“Mushaf Madinah ini adalah hadiah dari Raja Salman bagi umat Islam Indonesia. Ini bukan sekadar pemberian kitab suci, tetapi juga simbol persaudaraan umat Islam yang menghubungkan Tanah Suci Makkah dan Madinah dengan Nusantara,” katanya.
Ia berharap mushaf yang diterima masyarakat tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Mudah-mudahan mushaf ini menjadi sumber petunjuk, penguat iman, serta penuntun dalam menjalani kehidupan,” tambahnya.
Mushaf Madinah dikenal sebagai salah satu cetakan Al-Qur’an yang paling banyak digunakan di dunia Islam. Mushaf ini memiliki standar penulisan yang baku, tajwid yang terjaga, serta tata letak ayat yang memudahkan umat Islam dalam membaca dan mempelajarinya. (*)
Apa Reaksi Anda?