Pemred TIMES Indonesia Soroti Tantangan AI dan Disrupsi Digital

Pimpinan Redaksi , Yatimul Ainun, menyoroti tantangan media mainstream di era AI dan digitalisasi. Ia menegaskan pentingnya kualitas, orisinalitas, dan lokalitas konten untuk menjaga kepercayaan publi

Mei 7, 2026 - 16:31
Pemred TIMES Indonesia Soroti Tantangan AI dan Disrupsi Digital

MALANG - Kondisi media arus utama (mainstream media) saat ini sedang menghadapi tantangan besar di tengah derasnya arus digitalisasi dan perkembangan Artificial Intelligence (AI). Hal tersebut disampaikan Pimpinan Redaksi , Yatimul Ainun dalam kegiatan kunjungan Bank Indonesia (BI) bersama para pemimpin redaksi media se-Kalimantan di kantor redaksi TIMES Indonesia, Kamis (7/5/2026).

Ainun menjelaskan, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat berlangsung sangat cepat. Banjir informasi di era digital membuat media mainstream harus beradaptasi tidak hanya dalam aspek redaksional, tetapi juga pada sisi bisnis media.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini datang dari rivalitas antara media sosial dan media arus utama. Banyak masyarakat kini lebih memilih mendapatkan informasi melalui platform media sosial.

Untuk itu, kata Ainun, media mainstream tidak boleh sekadar mengandalkan informasi, tetapi juga harus berbasis data dan nilai konten yang ditampilkan. 

“Media jangan hanya mengandalkan informasi saja, tetapi harus berbasis data dan nilai,” ujar pria yang juga menjabat Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur itu. 

Sri Widji Wahyuning UtamiChief Business and Corporate Officer, Sri Widji Wahyuning Utami. (FOTO: Tria Adha/TIMES Indonesia)

Meski menghadapi tekanan besar, Ainun mengungkapkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap media mainstream mencapai 60 persen. Hal itu menjadi sinyal bahwa publik masih membutuhkan media yang kredibel dan memiliki standar verifikasi yang jelas.

AI Dinilai Tak Bisa Menggantikan Nilai Jurnalisme

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang masif saat ini turut menjadi tantangan tersendiri. Menyambung dengan topik sebelumnya, Ainun menambahkan bahwa AI hanya bersifat informatif. Sementara itu, muara AI terletak pada persoalan data. 

Ia menegaskan, keberadaan AI tidak boleh membuat jurnalis kehilangan peran strategisnya. Sebaliknya, insan pers harus mampu menghadirkan karya jurnalistik yang memiliki kualitas tinggi, orisinal, dan dekat dengan realitas lokal masyarakat.

Menurut Ainun, terdapat tiga aspek penting yang harus dijaga jurnalis agar tidak tergeser oleh teknologi AI, yakni kualitas konten, orisinalitas konten, dan lokalitas konten.

Ketiga unsur tersebut dinilai menjadi pembeda utama antara karya jurnalistik manusia dengan konten berbasis AI yang cenderung generik dan tidak memiliki kedalaman lokal.

Selain menjaga kualitas jurnalistik, media juga dituntut terus berkembang mengikuti kebutuhan pasar. Salah satunya melalui inovasi produk dan penguatan ekosistem digital yang mampu melibatkan masyarakat dalam proses kreatif.

Kolaborasi Menjadi Kunci

Sementara itu, Chief Business and Corporate Officer , Sri Widji Wahyuning Utami, menegaskan bahwa pers Indonesia sejak awal memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa.

Menurutnya, ketika media menghadapi tekanan besar akibat digitalisasi, maka penguatan kolaborasi dan jejaring antarelemen pers menjadi langkah penting untuk bertahan menghadapi perubahan zaman.

“Mereka membangun kekuatan besar untuk memerangi kita, maka kita harus memperkuat elemen-elemen kita untuk bersatu,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa media saat ini juga sudah mulai membangun ekosistem sendiri, baik media mainstream, media homeless, dan para pelaku konten media lainnya yang berbasis digital. 

Melalui kolaborasi tersebut, lanjut dia, pers Indonesia diharapkan mampu memperkuat identitasnya sebagai elemen pembangunan yang menghadirkan edukasi dan informasi berkualitas bagi masyarakat.

“Kita menyuarakan identitas pers Indonesia bahwa kolaborasi dengan siapapun menunjukkan bahwa kita membangun bukan menjadi perusak,” tuturnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow