Pemprov Jatim Gratiskan Bus Trans Jatim Saat Lebaran Idul Fitri
Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) akan menggratiskan tarif layanan bus Trans Jatim pada Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
SURABAYA Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) akan menggratiskan tarif layanan bus Trans Jatim pada Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kebijakan tersebut berlaku selama satu hari, tepat pada 1 Syawal, untuk memudahkan mobilitas masyarakat yang ingin bersilaturahmi pada momen Lebaran Idul Fitri tahun 2026.
Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya Pemprov Jatim dalam meningkatkan pelayanan transportasi publik, sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat yang merayakan Idulfitri di berbagai wilayah Jawa Timur.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur, Dr. Ir. Nyono, mengatakan bahwa penggratisan layanan Trans Jatim berlaku di seluruh koridor yang saat ini beroperasi. Menurut dia, kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang melakukan perjalanan saat hari raya.
“Trans Jatim akan digratiskan pada hari pertama Lebaran, tepat 1 Syawal. Kebijakan ini untuk memaksimalkan pelayanan dan menunjang mobilitas masyarakat saat bersilaturahmi Lebaran Idul Fitri,” kata Nyono, sabtu (7/3/2026).
Kadishub Nyono menambahkan jika Lebaran Idul Fitri selalu identik dengan tradisi saling mengunjungi atau yang dikenal masyarakat Jawa dengan istilah unjung-unjung. Tradisi ini biasanya membuat mobilitas masyarakat meningkat secara signifikan dibandingkan hari-hari biasa.
"Banyak warga yang memanfaatkan hari pertama Lebaran untuk berkunjung ke rumah orang tua, kerabat, hingga tetangga. Kondisi tersebut membuat kebutuhan transportasi menjadi lebih tinggi, terutama di wilayah perkotaan dan kawasan penyangga," ungkapnya
“Biasanya pada hari besar nasional memang ada kebijakan pembebasan tarif transportasi publik. Tahun ini seluruh koridor Trans Jatim akan digratiskan, tetapi hanya berlaku satu hari saja, yaitu pada hari pertama Lebaran,” sambung Nyono.
Dr.Ir Nyono menambahkan, kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum. Selain lebih efisien, penggunaan transportasi publik juga dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi pada momen hari raya.
"Dengan adanya kebijakan tarif gratis pada hari pertama Lebaran, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan layanan transportasi publik ini secara optimal untuk melakukan perjalanan silaturahmi dengan aman dan nyaman," Pesanya.
"Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap layanan Trans Jatim dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, sekaligus menjadi pilihan utama transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau, khususnya pada momen penting seperti perayaan Idul Fitri," Pungkas Nyono
Layanan Trans Jatim telah melayani delapan koridor utama yang menghubungkan sejumlah wilayah strategis di Jawa Timur. Jaringan layanan tersebut mencakup kawasan aglomerasi Gerbangkertosusila—yang meliputi Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, dan Lamongan—serta wilayah Malang Raya.
Beberapa koridor bahkan menjadi penghubung penting bagi masyarakat yang tinggal di daerah penyangga kota besar. Di antaranya Koridor II yang melayani rute Mojokerto–Surabaya, Koridor III Mojokerto–Gresik, serta Koridor VI Mojokerto–Porong.
Keberadaan koridor-koridor tersebut dinilai sangat membantu masyarakat dalam melakukan perjalanan antarkota dengan biaya yang relatif terjangkau.
Selama hari biasa, tarif layanan Trans Jatim untuk penumpang umum dipatok sebesar Rp 5.000 per perjalanan. Sementara itu, tarif khusus sebesar Rp 2.500 diberikan kepada pelajar dan santri pondok pesantren sebagai bentuk dukungan terhadap akses transportasi yang lebih ramah bagi kalangan pelajar. (*)
Apa Reaksi Anda?