Dari Jemaah untuk Jemaah, Buka Puasa Gratis Masjid An-Nur Kota Batu Berjalan Selama 15 Tahun
Masjid An-Nur Kota Batu rutin menggelar buka puasa gratis selama Ramadan. Program yang sudah berjalan sekitar 15 tahun ini melayani ratusan hingga ribuan jamaah setiap hari.
BATU Kegiatan buka puasa gratis di Masjid An-Nur Kota Batu selama Ramadan telah berjalan sekitar 15 tahun. Setiap harinya, tim relawan melayani ratusan hingga ribuan jamaah yang datang untuk berbuka, baik warga lokal maupun wisatawan yang singgah di Kota Batu.
Koordinator kegiatan, H. Mukhlison, mengatakan program ini bertujuan membantu jamaah yang datang ke masjid, khususnya para musafir yang membutuhkan tempat beristirahat dan berbuka puasa.
“Tujuan utamanya untuk memperingati Ramadan sekaligus berbagi kepada jamaah. Di Masjid An-Nur banyak musafir, jadi mereka bisa beristirahat dan berbuka di sini tanpa harus keluar mencari makan,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).
Dana kegiatan berasal dari donasi jamaah yang diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari uang, bahan makanan hingga menu takjil. "Beberapa jamaah bahkan menyumbangkan bahan seperti ayam atau beras untuk membantu kebutuhan dapur masjid," ucapnya.
Setiap hari panitia menyiapkan sekitar 600 hingga 700 porsi makanan. Namun pada akhir pekan, jumlah jamaah yang datang bisa meningkat hingga sekitar 1.000 orang, sehingga porsi yang disediakan juga bertambah.
Menu yang disajikan bervariasi setiap hari, mulai dari rawon, gulai, semur, kare, sop hingga sayur asem. Untuk memastikan kebutuhan makanan terpenuhi, panitia bahkan menyembelih satu ekor sapi serta membeli tambahan sekitar dua kuintal daging selama Ramadan.
Relawan Masjid An-Nur Kota Batu menyiapkan ratusan porsi makanan untuk bukber gratis Ramadan yang telah berlangsung sekitar 15 tahun. (Foto: Firyanka Mirna Wahita/TIMES Indonesia)
Kegiatan berbuka dilakukan dalam dua sesi. Jamaah terlebih dahulu menikmati takjil, kemudian melaksanakan salat maghrib berjamaah sebelum kembali menikmati hidangan utama yang telah disiapkan.
Mukhlison mengungkapkan tantangan terbesar dalam penyelenggaraan kegiatan ini biasanya berasal dari faktor cuaca yang memengaruhi jumlah jamaah yang datang.
“Kadang sudah menyiapkan banyak, misalnya untuk 700 orang, tetapi karena hujan yang datang hanya sekitar 500. Jadi kami harus mengatur agar makanan yang ada tetap bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Selain menyediakan bukber gratis selama Ramadan, Masjid An-Nur juga kerap membagikan makanan pada hari Jumat atau setelah pengajian di luar bulan puasa. Bahkan pada malam ke-29 Ramadan, panitia juga menyediakan sahur gratis bagi jamaah.
Mukhlison berharap kegiatan berbagi tersebut dapat terus berlangsung dan memberi manfaat bagi umat.
“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus berjalan dan bermanfaat bagi kaum muslimin. Harapannya setiap tahun semakin banyak yang datang dan semakin banyak yang terbantu,” katanya. (*)
Apa Reaksi Anda?