Pemkot, Polres, dan Ormas Berdamai Usai Penganiayaan di Banjar, Hukum Tetap Berjalan

Pemkot Banjar, TNI-Polri, Pemuda Pancasila dan Paguyuban Suku Batak sepakat insiden Dobo adalah tindakan oknum, menjamin Banjar tetap kondusif dan proses hukum transparan.

Juli 25, 2026 - 17:42
Pemkot, Polres, dan Ormas Berdamai Usai Penganiayaan di Banjar, Hukum Tetap Berjalan

BANJAR -
TIMESINDONESIA, BANJAR — Pemerintah Kota Banjar, TNI dan Polri bersama ormas Pemuda Pancasila (PP) dan Paguyuban Suku Batak menggelar koordinasi bersama untuk mengklarifikasi serta menyelesaikan insiden penganiayaan yang terjadi di sebuah kafe di kawasan Dobo, Kota Banjar di Pendopo Wali Kota Banjar, Sabtu (25/7/2026). ;>

​Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak sepakat menjaga kondusivitas wilayah dan menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan tindak pidana murni yang dilakukan oleh oknum, bukan konflik antar-suku. ;>

​Wali Kota Banjar Ir H Sudarsono mengonfirmasi bahwa situasi di tengah masyarakat saat ini sudah kondusif. Pemerintah daerah juga berkomitmen penuh untuk menanggung seluruh biaya pengobatan para korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. ;>

​"Alhamdulillah, permasalahan sudah bisa kita selesaikan bersama. Di tengah masyarakat tidak ada konflik, ini murni perbuatan oknum. Saya jamin masalah ini sudah selesai di tingkat masyarakat. Selaku Wali Kota, saya juga bertanggung jawab atas pengobatan korban yang saat ini masih dirawat," ujar Wali Kota Banjar. ;>

;>Permohonan Maaf dan Penegasan Bebas Suku
​Perwakilan pembina dari pihak Paguyuban Suku Batak Kota Banjar, Lambok Siahaan secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya warga suku Sunda, atas ujaran atau tindakan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh para tersangka. ;>

​Pihaknya menegaskan tidak akan melindungi pelaku dan siap membantu kepolisian untuk mengusut tuntas siapa saja yang terlibat dalam insiden tersebut. ;>

​"Saya pribadi tidak akan mentolerir dan membela oknum yang melakukan tindakan tersebut. Ke depan, kami akan terus berkoordinasi dengan Pemuda Pancasila, ormas lain, serta Pemkot Banjar untuk memulihkan keadaan," tegas perwakilan Paguyuban. ;>

;>Pengawasan Hukum yang Transparan dan Profesional
​Di sisi lain, Asep selaku perwakilan Pemuda Pancasila (PP) menyatakan bahwa pihaknya memercayakan penuh penanganan kasus ini kepada kepolisian. Namun, mereka menuntut adanya pengembangan perkara agar seluruh pihak yang bertanggung jawab dapat diproses secara hukum. ;>

​Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro memastikan bahwa kepolisian bergerak cepat, profesional, serta transparan dalam mengusut kasus ini tanpa pandang bulu. ;>

Saat ini, pihak kepolisian telah mengantongi sejumlah nama dan tengah melakukan pendalaman berdasarkan fakta hukum serta kecukupan alat bukti. ;>

​"Kami menjamin Kota Banjar akan tetap aman. Proses hukum akan dilaksanakan secara profesional, transparan, dan tidak pandang bulu berdasarkan fakta hukum yang didapat. Kami juga meminta bantuan rekan-rekan organisasi masyarakat untuk mengawal proses hukum ini sampai tuntas," tegas Kapolres Banjar. ;>

​Melalui pertemuan ini, seluruh elemen masyarakat di Kota Banjar diimbau untuk tidak terprovokasi isu suku, agama, rasa, dan antar-golongan (SARA), serta bersama-sama menjaga keamanan mulai dari diri sendiri dan lingkungan masing-masing. (Susi/TI);>
;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow