BPBD Kabupaten Malang Gelar Gladi Posko Erupsi Gunung Kelud, Uji Kesiapsiagaan Penanganan Bencana

BPBD Kabupaten Malang menggelar Gladi Posko Erupsi Gunung Kelud untuk menguji kesiapsiagaan dan memperbarui Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana (RPKB) bersama lintas instansi.

Juli 3, 2026 - 08:26
BPBD Kabupaten Malang Gelar Gladi Posko Erupsi Gunung Kelud, Uji Kesiapsiagaan Penanganan Bencana

MALANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menggelar Gladi Posko (Command Post Exercise/CTX) Erupsi Gunung Kelud sebagai upaya menguji kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi bencana erupsi gunung api.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (2/7/2026) itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, BPBD Kota Malang, BPBD Kota Batu, BPBD Provinsi Jawa Timur, unsur TNI-Polri, relawan kebencanaan, hingga perwakilan dunia usaha di wilayah Malang Raya.

Bupati Malang Sanusi mengatakan kesiapsiagaan harus terus dibangun melalui latihan dan simulasi, mengingat bencana tidak dapat diprediksi waktu kejadiannya.

"Bencana memang tidak bisa diprediksi kapan datangnya, namun kesiapsiagaan adalah hal mutlak yang dapat disiapkan dan dilatih," ujar Sanusi.

Menurutnya, aktivitas vulkanik Gunung Kelud menjadi salah satu ancaman yang harus terus diantisipasi masyarakat Malang Raya. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), erupsi Gunung Kelud pada 2014 mengakibatkan kerugian sekitar Rp392,66 miliar, disertai korban jiwa, kerusakan ribuan bangunan, lahan pertanian, serta ternak. Di Kabupaten Malang, wilayah yang terdampak paling parah saat itu adalah Kecamatan Ngantang dan Kasembon.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang Purwoto mengatakan simulasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas seluruh sektor dalam menghadapi ancaman bencana.

"Semua sektor harus tangguh bencana dan menyadari bahwa Malang adalah daerah rawan bencana. Harus ada peningkatan dari berbagai sektor tentang bagaimana menghadapi bencana," katanya.

Ia menjelaskan, Gladi Posko merupakan simulasi yang menguji sistem komando, mekanisme koordinasi, serta peran masing-masing instansi saat status tanggap darurat ditetapkan. Hasil latihan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperbarui Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana (RPKB) Kabupaten Malang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menambahkan simulasi juga bertujuan memperjelas pembagian tugas antarinstansi, memastikan kesiapan jalur evakuasi, titik pengungsian, serta mekanisme distribusi logistik agar penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Setelah Gladi Posko, BPBD Kabupaten Malang akan melaksanakan Gladi Lapang (Field Training Exercise/FTX) pada 7–8 Juli 2026 di Selorejo, Kecamatan Ngantang. Lokasi tersebut dipilih karena berada di kawasan rawan bencana (KRB) II dan III Gunung Kelud.

Kegiatan ini merupakan rangkaian pengujian dokumen RPKB dan Rencana Kontingensi (Renkon) Erupsi Gunung Kelud yang sebelumnya telah diawali dengan Table Top Exercise (TTX) pada akhir 2025.

Manajer Program dan Kemitraan Program SIAP SIAGA Jawa Timur, Mambaus Su'ud, mengatakan seluruh rangkaian simulasi bertujuan memvalidasi dokumen perencanaan sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu disempurnakan.

"Seluruh kegiatan simulasi tersebut adalah bagian dari upaya pengujian dan pemutakhiran RPKB dan Rencana Kontingensi Erupsi Gunungapi Kelud Kabupaten Malang. Menjadi sarana untuk memvalidasi rencana sekaligus mengidentifikasi kekurangan yang perlu diperbaiki," ujarnya.

Program ini mendapat dukungan dari Program SIAP SIAGA Provinsi Jawa Timur melalui kerja sama BPBD Kabupaten Malang dengan Pemerintah Australia dalam penguatan ketangguhan bencana.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan dokumen RPKB Kabupaten Malang oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur Gatot Soebroto bersama Mambaus Su'ud kepada Bupati Malang. Selanjutnya dokumen tersebut akan diserahkan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Malang selaku ex officio Kepala BPBD Kabupaten Malang sebagai pedoman penanganan kedaruratan bencana di daerah. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow