Pemkot Malang Evaluasi Temuan Pisang Busuk dalam Program Makan Bergizi Gratis

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melakukan evaluasi atas keluhan terkait kondisi buah pisang yang dibagikan kepada siswa Sekolah Dasar (

Maret 6, 2026 - 19:00
Pemkot Malang Evaluasi Temuan Pisang Busuk dalam Program Makan Bergizi Gratis

MALANG Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melakukan evaluasi atas keluhan terkait kondisi buah pisang yang dibagikan kepada siswa Sekolah Dasar (SD) di wilayah Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Hasil investigasi sementara menyebutkan perubahan warna pada pisang terjadi akibat tingkat kematangan buah yang terlalu tinggi saat proses distribusi.

Satgas MBG sekaligus Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso menjelaskan, hasil investigasi dari Tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menunjukkan bahwa sebelum pengiriman, seluruh buah telah melalui proses penyortiran secara manual. Pisang yang dikirim dipastikan memiliki kulit yang masih baik dan layak dikonsumsi.

Namun, tingkat kematangan buah yang sudah optimal atau matang pohon membuat tekstur daging pisang menjadi lebih lunak. Kondisi tersebut membuat buah lebih sensitif terhadap benturan selama proses distribusi maupun perubahan suhu ruang yang lembap.

Akibatnya, daging buah dapat mengalami oksidasi yang memicu perubahan warna menjadi kecokelatan. Kondisi ini disebut sebagai proses alami pada buah matang, bukan karena buah telah lama disimpan atau dalam kondisi busuk di gudang.

“Pisang yang dikirim sebenarnya dalam kondisi baik. Namun karena tingkat kematangannya sudah pas, daging buahnya menjadi lebih lunak sehingga rentan berubah warna saat distribusi,” ujar Erik, Jumat (6/3/2026).

Sebagai langkah perbaikan, pihak SPPG menyatakan akan lebih berhati-hati dalam proses pengemasan serta mempertimbangkan tingkat kematangan buah yang lebih aman agar tidak mudah rusak selama pendistribusian.

Sementara itu, Erik menegaskan pihaknya akan meningkatkan pengawasan kualitas menu MBG di seluruh SPPG. Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya sejumlah keluhan masyarakat terkait kualitas makanan dalam program tersebut.

“Kami berkoordinasi dengan korwil dan kepala-kepala SPPG yang merupakan instrumen dari BGN untuk lebih mengintensifkan lagi aspek jaminan kualitas dari setiap produk yang dihasilkan,” ungkapnya.

Selain itu, Satgas MBG juga memberikan peringatan tegas atas temuan tersebut agar segera dilakukan evaluasi oleh pihak terkait dan tidak kembali terulang di kemudian hari.

“Iya seperti itu, diberikan peringatan tegas dan evaluasi menyeluruh,” tandasnya.

Terpisah, saat TIMES Indonesia mendatangi lokasi SPPG Cengger Ayam yang menjadi penanggung jawab distribusi menu MBG, pihak pengelola tidak dapat memberikan keterangan. Salah satu pegawai menyebut bahwa Kepala SPPG sedang berada di luar kantor.

“Lagi ada acara di luar, mohon maaf,” ucap salah satu pegawai SPPG.

Sebelumnya, salah satu wali murid di SD kawasan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, mengeluhkan temuan menu MBG berupa pisang yang dinilai sudah tidak layak dimakan. Pada Jumat (6/3/2026), menu MBG yang dibagikan meliputi pisang, burger, susu, dan kurma. Namun wali murid mengeluhkan kondisi pisang dan kurma yang dianggap tidak layak konsumsi.

Keluhan tersebut disebut bukan pertama kali terjadi. Beberapa wali murid menyebut temuan menu MBG yang kualitasnya kurang baik sudah berulang kali muncul meski program tersebut terus berjalan.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow