Pemkot Malang Berangkatkan 9 Bus Mudik Gratis, 332 Warga Difasilitasi Pulang Kampung

Pemkot Malang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memberangkatkan ratusan pemudik melalui program mudik gratis menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.

Maret 17, 2026 - 11:30
Pemkot Malang Berangkatkan 9 Bus Mudik Gratis, 332 Warga Difasilitasi Pulang Kampung

MALANG Pemkot Malang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memberangkatkan ratusan pemudik melalui program mudik gratis menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Sebanyak sembilan bus disiapkan untuk mengantarkan warga ke berbagai daerah tujuan di Jawa Timur.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, program mudik gratis tersebut diikuti sekitar 332 warga. Seluruh pembiayaan kegiatan itu berasal dari dukungan berbagai pihak, mulai dari perbankan, perusahaan otobus (PO), hingga perguruan tinggi di Kota Malang.

“Alhamdulillah hari ini kami bersama Forkopimda memberangkatkan sembilan bus dengan 332 orang pemudik. Program ini didukung oleh perbankan, PO bus, serta perguruan tinggi yang ada di Kota Malang,” ujar Wahyu, Selasa (17/3/2026).

Menurutnya, program mudik gratis rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Selain memfasilitasi warga yang ingin pulang kampung, kegiatan ini juga diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.

Ia menjelaskan, banyak warga yang biasanya mudik menggunakan sepeda motor. Dengan adanya fasilitas bus gratis, diharapkan perjalanan pemudik menjadi lebih aman dan nyaman.

“Biasanya mereka pulang menggunakan kendaraan roda dua. Dengan mudik gratis ini kami berharap potensi kecelakaan bisa diminimalkan,” ungkapnya.

Wahyu menambahkan, sebagian besar bus tujuan Ponorogo dan Tulungagung terisi penuh oleh pemudik. Secara keseluruhan, hampir seluruh armada yang disediakan telah terisi oleh peserta mudik.

“Terbanyak menuju Ponorogo dan Tulungagung. Hampir semua bus penuh,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra menjelaskan, beberapa kursi dalam bus memang sengaja tidak diisi penuh demi kenyamanan penumpang selama perjalanan.

Menurutnya, satu bus sebenarnya memiliki kapasitas sekitar 50 hingga 54 penumpang. Namun, panitia membatasi jumlah penumpang sekitar 40 orang per bus agar perjalanan lebih nyaman, terutama bagi penumpang yang membawa anak kecil atau bayi.

“Kalau diisi penuh kasihan penumpangnya. Kami sengaja membatasi agar tidak berdesakan. Tagline kami ‘Mudik Nyaman, Keluarga Bahagia’, jadi kenyamanan tetap menjadi prioritas,” jelas Widjaja.

Ia juga mengakui ada satu rute yang tidak terisi maksimal, yakni tujuan Bangkalan, Madura. Hal ini disebabkan rute mudik gratis hanya sampai Sampang, sementara banyak calon pemudik yang ingin langsung menuju daerah yang lebih jauh seperti Pamekasan atau Sumenep.

“Ini akan menjadi evaluasi kami ke depan. Banyak yang ingin sampai Pamekasan atau Sumenep, sementara rute kami hanya sampai Sampang,” tuturnya.

Widjaja menambahkan, pada program mudik gratis tahun depan pihaknya berencana menambah rute perjalanan agar dapat menjangkau lebih banyak daerah tujuan pemudik.

“Ke depan kemungkinan rutenya akan kami tambah, khususnya untuk tujuan yang lebih jauh,” tegasnya.

Selain Ponorogo dan Tulungagung, rute lain yang juga dipadati pemudik adalah Banyuwangi. Rute tersebut dilalui melalui jalur Situbondo maupun Jember dan seluruh kursinya terisi penuh oleh peserta mudik.

“Kalau yang lainnya penuh semua. Ini jadi bahan evaluasi kita kedepan,” tandasnya.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow