Pemerintah Upayakan Pemulangan PMI Asal Cianjur yang Diduga Mengalami Kekerasan di Libya

Pemerintah RI mengupayakan evakuasi PMI asal Cianjur, AJ, dari Benghazi, Libya, usai dugaan kekerasan. Kasus ini jadi peringatan bahaya penempatan kerja ilegal.

Juli 2, 2026 - 14:35
Pemerintah Upayakan Pemulangan PMI Asal Cianjur yang Diduga Mengalami Kekerasan di Libya
CIANJUR -

Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Kementerian P2MI) bersama Kementerian Luar Negeri terus mengupayakan pemulangan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Perempuan berinisial AJ berusia 48 tahun asal Kecamatan Ciranjang tersebut saat ini berada di Benghazi, Libya Timur, dan dilaporkan mengalami permasalahan ketenagakerjaan yang serius.

Dugaan kasus kekerasan ini mencuat setelah video AJ yang meminta pertolongan dengan wajah dipenuhi darah beredar luas di media sosial.

Dari penelusuran awal, AJ diketahui telah bekerja di Libya sejak Maret 2025 melalui jalur penempatan nonprosedural atau ilegal yang difasilitasi oleh pihak sponsor.

Meski video yang beredar memperlihatkan kondisi luka, laporan awal Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tripoli menyebutkan bahwa saat ini kondisi AJ berada dalam keadaan aman dan terlindungi di tempat penampungan.

Upaya evakuasi dan pemulangan AJ menghadapi kendala geografis dan politik yang cukup berat. AJ saat ini berada di wilayah Benghazi, wilayah kekuasaan faksi Libya Timur.

Sementara itu, kantor KBRI berkedudukan di Tripoli, wilayah yang dikuasai pemerintahan Libya Barat.

Adanya konflik internal di antara kedua pemerintahan tersebut menyulitkan ruang gerak perwakilan Indonesia untuk menjangkau lokasi AJ secara cepat, sehingga koordinasi internasional terus diintensifkan.

Menanggapi tingginya kasus serupa, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur, Deny Widya Lesmana, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memperketat pengawasan terhadap praktik perekrutan tenaga kerja ilegal di tingkat desa.

"Pemerintah daerah mengimbau warga agar mendaftar secara legal melalui jalur resmi untuk menjamin keselamatan mereka," ujarnya dalam keterangan yang diterima, Kamis (2/7/2026).

Berdasarkan catatan berkala, masih banyak PMI asal Cianjur yang menghadapi kendala hukum atau kekerasan di luar negeri akibat berangkat tanpa dokumen resmi.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow