Pemadaman Listrik Berakhir Petaka, Dua Remaja di Pandai Sikek Meninggal Diduga Keracunan Genset

Dua remaja di Tanah Datar meninggal diduga keracunan gas genset saat pemadaman listrik massal. Mesin dinyalakan di ruang tertutup Masjid Nurul Huda tanpa ventilasi memadai.

Mei 23, 2026 - 19:01
Pemadaman Listrik Berakhir Petaka, Dua Remaja di Pandai Sikek Meninggal Diduga Keracunan Genset

TANAH DATAR - Sebuah peristiwa memilukan terjadi saat pemadaman listrik massal di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Dua remaja meninggal dunia dan satu lainnya sempat tidak sadarkan diri diduga kuat akibat keracunan gas karbon monoksida (CO) yang berasal dari asap mesin genset. Kejadian ini berlangsung di Masjid Nurul Huda, Jorong Tanjuang, dan ditemukan pada Sabtu (23/5/2026) pagi

Berdasarkan keterangan Kapolsek X Koto, Iptu Martheriko, S.H., peristiwa bermula saat pemadaman listrik massal yang terjadi sekitar pukul 18.40 WIB pada Jumat (22/5/2026) malam. Sekitar pukul 21.00 WIB, karena butuh penerangan, mesin genset berbahan bakar bensin merek Motoyama SPG 2800 dihidupkan oleh Sofyan Arman (paman salah satu korban). 

Namun, kesalahan fatal terjadi saat mesin tersebut diletakkan dan dijalankan di dalam Ruang Sekretariat Masjid ruangan tertutup tanpa ventilasi memadai yang juga digunakan sebagai tempat istirahat bagi korban.

Keesokan paginya, sekitar pukul 05.30 WIB, Laili Hayati, ibu dari salah satu korban, mendatangi ruangan tersebut untuk membangunkan anaknya. Ia terkejut saat menemukan ketiga remaja itu sudah terbaring lemah dan tidak sadarkan diri. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Yarsi Padang Panjang menggunakan ambulans nagari. 

Namun, nyawa dua pelajar tidak tertolong. Pada pukul 06.15 WIB, tim medis menyatakan Haikal Arya Kamil (15) dan Gibran Arrasyid (15) telah meninggal dunia. Sementara itu, korban ketiga, Burhanuddin Hakim (16), sempat dalam tidak sadarkan diri telah sadar dan pulih kembali dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit. 

Hasil diagnosis sementara dari rumah sakit menyebutkan bahwa para korban mengalami penurunan kesadaran parah akibat keracunan Karbon Monoksida. Gas ini berbahaya karena tidak berwarna dan tidak berbau, sehingga korban sama sekali tidak menyadari bahaya yang mengancam nyawa mereka hingga terlambat.

“Mesin genset dinyalakan di ruang tertutup tanpa sirkulasi udara. Asap yang keluar mengandung gas karbon monoksida yang menumpuk dan terhirup korban saat tidur,” jelas Iptu Martheriko.

Pihak keluarga korban yang meninggal telah menyatakan ketidakberatan dan menolak melakukan autopsi serta tidak akan melanjutkan proses hukum, yang telah dituangkan dalam surat pernyataan resmi. 

Kepolisian kembali mengingatkan dan mengimbau seluruh masyarakat akan bahaya fatal menempatkan atau menyalakan genset di dalam ruangan tertutup, terlebih saat tidur.

“Genset wajib diletakkan di luar ruangan atau tempat terbuka dengan sirkulasi udara yang sangat baik. Jangan pernah menempatkannya di dalam kamar, ruang tamu, apalagi ruangan yang berfungsi sebagai tempat istirahat atau tidur. Bahayanya bisa merenggut nyawa dalam diam,” tegas Kapolsek.

Sebelumnya bedasarkan keterangan salah seorang pengurus Mesjid Nurul Huda, bahwa mesin genset tersebut memang biasa disimpan di gudang terpisah. Namun, menjelang kejadian, mesin tersebut baru saja selesai perawatan dan perbaikan. Karena dianggap sudah siap pakai namun belum ada waktu untuk memindahkannya kembali ke gudang.

Peristiwa ini menjadi pengingat kelam di tengah kejadian pemadaman listrik massal yang melanda Sumatera Barat pada Jumat kemarin, di mana genset menjadi penyelamat namun justru berubah menjadi petaka karena kesalahan penempatan.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow