PBB: Tiga Personel TNI Terluka di Lebanon dalam Kondisi Stabil
PBB memastikan tiga personel TNI yang terluka dalam serangan di Lebanon dalam kondisi stabil. Total delapan prajurit RI terluka dalam rangkaian insiden UNIFIL.
JAKARTA Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memastikan tiga personel TNI yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) dan terluka akibat serangan di El Adeisse, Lebanon selatan, dalam kondisi stabil.
Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menyampaikan bahwa ledakan yang terjadi di posisi PBB pada Jumat (3/4/2026) mengakibatkan tiga personel UNIFIL asal Indonesia mengalami luka-luka.
“Dua personel yang mengalami luka paling parah telah dievakuasi ke rumah sakit di Marjayoun dan dilaporkan dalam kondisi stabil,” ujar Dujarric dalam konferensi pers di Markas PBB, Senin (6/4/2026) waktu setempat.
Berdasarkan transkrip konferensi pers, satu personel lainnya mendapat penanganan medis langsung di lokasi karena mengalami luka ringan.
PBB juga menyatakan keprihatinan serius atas meningkatnya serangan yang menyasar personel UNIFIL. Selain itu, PBB menyoroti tindakan penghancuran kamera pengawas di markas UNIFIL oleh tentara Israel beberapa waktu lalu.
“Kami mendesak semua pihak untuk mematuhi kewajiban berdasarkan hukum internasional serta menjamin keselamatan dan keamanan personel PBB setiap saat,” kata Dujarric.
Terkait penyelidikan dua serangan pada akhir Maret 2026 yang menyebabkan tiga personel UNIFIL asal Indonesia gugur, Dujarric menyebut proses investigasi masih berlangsung.
Insiden di El Adeisse menjadi kejadian ketiga yang berdampak pada personel Indonesia di UNIFIL dalam kurun waktu singkat.
Sebelumnya, Indonesia kehilangan tiga prajurit TNI, yakni Praka Farizal Rhomadhon yang gugur akibat tembakan artileri pada Minggu (29/3), serta Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan yang gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang pada Senin (30/3).
Selain korban jiwa, lima prajurit TNI lainnya juga mengalami luka dalam dua insiden tersebut, yaitu Letnan Satu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana, Prajurit Kepala (Praka) Deni Rianto, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.
Dengan tambahan tiga korban luka dalam insiden terbaru, total delapan prajurit TNI tercatat mengalami luka saat menjalankan misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon. (*)
Apa Reaksi Anda?