Operasional Haji 2026 Berjalan Lancar, Lebih dari 103 Ribu Jemaah Sudah Diberangkatkan

Kemenag melaporkan operasional haji 1447 Hijriah berjalan lancar. Sebanyak 103.690 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci dan 42 ribu jemaah sudah tiba di Makkah.

Mei 7, 2026 - 17:31
Operasional Haji 2026 Berjalan Lancar, Lebih dari 103 Ribu Jemaah Sudah Diberangkatkan

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melaporkan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah hingga hari ke-17 berjalan lancar dan terkendali. Hingga Rabu (6/5/2026), lebih dari 103 ribu jemaah Indonesia telah diberangkatkan ke Tanah Suci.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, mengatakan sebanyak 267 kelompok terbang (kloter) dengan total 103.690 jemaah dan 1.064 petugas telah diterbangkan dari Tanah Air.

Sementara itu, di Madinah tercatat 258 kloter dengan 100.125 jemaah dan 1.028 petugas telah tiba dan menempati akomodasi yang disiapkan pemerintah.

“Pergerakan jemaah dari Madinah menuju Mekkah juga berlangsung bertahap. Hingga saat ini 109 kloter dengan 42.340 jamaah dan 436 petugas telah tiba di Kota Makkah,” ujar Ichsan, Kamis (7/5/2026).

Kemenhaj juga melaporkan gelombang kedua keberangkatan jemaah melalui Bandara Jeddah mulai berlangsung sejak 6 Mei 2026. Kloter pertama gelombang kedua berasal dari embarkasi LOP-12 dengan jumlah 389 jemaah dan empat petugas.

Jemaah gelombang kedua diimbau mengenakan pakaian ihram sejak dari embarkasi untuk mempermudah proses perjalanan menuju Mekkah.

Dari sisi layanan kesehatan, Kemenhaj mencatat sebanyak 14.919 jemaah menjalani rawat jalan. Sebanyak 153 jamaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia dan 271 jemaah dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi.

Hingga saat ini, sebanyak 72 jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.

Kemenhaj juga menyampaikan total jemaah wafat mencapai 12 orang. Dua jamaah yang wafat pada Rabu (6/5/2026) yakni Ahmadur Rahmat Zaini dari kloter SOC 08 asal Brebes, Jawa Tengah, dan Ahmad Satim dari kloter JKB 05 asal Kabupaten Tangerang.

“Penyebab wafat yang paling banyak adalah penyempitan pembuluh darah ke jantung serta radang paru-paru,” kata Ichsan.

Kemenhaj mengimbau jemaah menjaga kondisi fisik mengingat suhu di Madinah dan Makkah mencapai 38 hingga 44 derajat Celsius. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow