Naning Yusuf Kembali Pimpin Muaythai Kota Malang, Bidik Emas Porprov dan Atlet Tembus PON
Musyawarah Kota (Muskot) Muaythai Kota Malang yang digelar di Hall KONI Kota Malang, Rabu (20/5/2026) kemarin, kembali menetapkan Sri Widji Wahyuning Utami sebagai Ketua Umum Muaythai Kota Malang peri
MALANG - Musyawarah Kota (Muskot) Muaythai Kota Malang yang digelar di Hall KONI Kota Malang, Rabu (20/5/2026) kemarin, kembali menetapkan Sri Widji Wahyuning Utami sebagai Ketua Umum Muaythai Kota Malang periode 2026-2030. Perempuan yang akrab disapa Naning Yusuf itu terpilih secara aklamasi dan akan menjalani periode ketiganya memimpin cabang olahraga bela diri tersebut.
Terpilihnya kembali Naning menjadi sinyal kuat keberlanjutan pembinaan prestasi Muaythai Kota Malang yang dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan perkembangan positif, baik di level regional maupun nasional.
Dalam penyampaian visi dan misinya, Naning menegaskan fokus utama kepengurusan ke depan adalah menyiapkan atlet-atlet muda menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2027 hingga Pekan Olahraga Nasional (PON). Ia menargetkan raihan medali emas lebih banyak dibanding capaian sebelumnya.
“Muaythai Kota Malang saat ini berkembang cukup pesat. Banyak atlet muda bermunculan dan mampu meraih prestasi di berbagai kompetisi. Ini menjadi semangat kami untuk terus mencetak atlet berprestasi,” ujar Naning, Kamis (21/5/2026).
Menurut Naning, pengembangan Muaythai tidak hanya dilakukan melalui kompetisi, tetapi juga memperluas pembinaan ke sekolah-sekolah guna menjaring bibit atlet sejak dini.
Selain itu, Naning mengapresiasi dukungan Pengurus Daerah (Pengda) Muaythai Jawa Timur yang dinilai aktif membuka ruang pengembangan atlet daerah melalui program pemusatan latihan dan liga.
“Langkah ini penting untuk menjaga regenerasi atlet sekaligus memperkuat ekosistem olahraga prestasi di Kota Malang,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Harian Muaythai Kota Malang, Koheng, memaparkan capaian organisasi selama periode 2021-2025. Menurutnya, Muaythai Kota Malang berhasil menyumbang medali pada ajang Porprov Jatim serta melahirkan atlet potensial dari berbagai camp, sekolah hingga perguruan tinggi.
“Bibit-bibit atlet terus bermunculan dan mereka mampu bersaing dengan atlet dari daerah lain,” kata Koheng.
Disisi lain, Sekretaris Umum KONI Kota Malang, Joko Purwosusanto, yang hadir bersama Tim Monitoring dan Evaluasi KONI Kota Malang Kombes Pol (Purn) Bambang Anjar, menegaskan komitmen KONI dalam mendukung perkembangan seluruh cabang olahraga di Kota Malang.
Menurut Joko, dukungan pemerintah daerah terhadap olahraga tetap kuat meski terjadi efisiensi anggaran. Ia menyebut anggaran KONI dari APBD 2027 yang semula direncanakan dipangkas Rp5 miliar, akhirnya hanya dipotong Rp2 miliar dari total Rp10 miliar.
“Ini bukti komitmen wali kota dan DPRD terhadap kemajuan olahraga dan prestasi Kota Malang. Dibanding daerah lain, pemotongan di Kota Malang jauh lebih kecil,” tutur Joko.
Joko juga menegaskan KONI tengah membangun ekosistem sport tourism sekaligus membuka peluang bagi atlet berprestasi mendapatkan beasiswa hingga akses pekerjaan.
Dukungan serupa disampaikan Wakil Ketua Umum I Pengda Muaythai Jawa Timur, Wahyu Tri H, dan Solder Fortune. Keduanya menilai Kota Malang memiliki modal besar untuk menjadi salah satu kekuatan Muaythai di Jawa Timur.
Selain memiliki atlet potensial, Kota Malang juga dinilai mempunyai pelatih dan wasit berlevel nasional yang bahkan berpeluang naik ke level internasional.
“Ini modal besar Kota Malang. Pembinaan melalui liga dan puslat membuka peluang atlet muda berkembang secara nyata hingga mampu bersaing di level lebih tinggi,” ucap Solder.
Ia bahkan mencontohkan atlet Muaythai Jawa Timur yang berhasil menorehkan prestasi tingkat ASEAN hingga mendapatkan promosi sebagai perwira TNI.
Dengan dukungan sistem pembinaan, banyaknya camp latihan, serta support penuh dari KONI Kota Malang, Muaythai Kota Malang kini optimistis menatap target besar di Porprov Jatim 2027 dan jenjang nasional berikutnya.(*)
Apa Reaksi Anda?