Mukernas XII PD-PGMI 2026 Tegaskan Kesetaraan Keilmuan PGMI dan PGSD Lewat Evaluasi Kurikulum
Setelah rangkaian Walking Day 'Malang Santai Sayang', peserta Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) XII Perkumpulan Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PD-PGMI Indonesia) Tahun 2026.
MALANG - Setelah rangkaian Walking Day 'Malang Santai Sayang', peserta Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) XII Perkumpulan Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PD-PGMI Indonesia) Tahun 2026 kembali mengikuti agenda akademik.
Agenda ini berupa Evaluasi Kurikulum PGMI yang digelar di Hotel Aria Gajayana, Jumat (26/6/2026).
Forum ini menjadi ruang strategis untuk merefleksikan arah pengembangan kurikulum Program Studi PGMI agar semakin adaptif terhadap perkembangan pendidikan dasar di Indonesia.
Kegiatan yang dimoderatori Dr Ika Ratih Sulistiani, MPd ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Prof. Dr H Fauzan, MA selaku Dewan Majelis PD-PGMI Indonesia, Prof Widya Karmila Achmad, SPd, MPd selaku Ketua Himpunan Dosen PGSD Indonesia (HD-PGSDI), serta Dr Andi Prastowo, MPd.I. selaku Ketua PD-PGMI Indonesia.
Salah satu pembahasan yang mengemuka dalam forum tersebut adalah kesetaraan antara Program Studi PGMI dan PGSD sebagai penyelenggara pendidikan guru jenjang sekolah dasar.
Para narasumber sepakat bahwa kedua program studi berada pada level akademik yang sama dan memiliki tujuan yang sejalan, yakni mencetak calon guru pendidikan dasar yang profesional.
Kesetaraan tersebut tercermin dari kesamaan inti keilmuan yang menjadi landasan pengembangan kurikulum pada kedua program studi.
Dalam pemaparannya, Prof. Widya Karmila Achmad menjelaskan bahwa Program Studi PGSD mengembangkan inti keilmuan pendidikan dasar yang bersifat umum.
Aspek keagamaan dalam kurikulum PGSD tetap diajarkan sebagai bagian dari Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU).
Sementara Prof. Dr. H. Fauzan, M.A. menyoroti masih adanya persepsi di masyarakat yang memandang PGMI hanya berfokus pada pengajaran agama Islam.
Menurutnya, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar karena PGMI tetap berlandaskan pada keilmuan pendidikan dasar yang sama dengan PGSD.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Melengkapi pandangan tersebut, Prof. Dr. H. Fauzan, M.A. menegaskan bahwa secara substansi keilmuan, PGMI dan PGSD memiliki fondasi yang setara.
Perbedaan keduanya bukan terletak pada kualitas maupun level akademiknya, melainkan pada karakteristik kurikulum.
PGMI mengembangkan kompetensi guru pendidikan dasar dengan penguatan nilai-nilai keislaman sebagai kekhasan program studi, bukan sekadar menambah porsi mata kuliah agama.
Oleh karena itu, lulusan PGMI maupun PGSD pada dasarnya memiliki kompetensi yang setara sebagai calon guru pendidikan dasar.
Lulusan PGMI memiliki peluang untuk mengajar di Sekolah Dasar (SD), demikian pula lulusan PGSD dapat mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI), sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan satuan pendidikan.
"PGMI dan PGSD memiliki inti keilmuan yang sama sebagai pendidikan guru sekolah dasar. Yang membedakan adalah karakteristik dan penguatan nilai keislaman yang menjadi identitas PGMI," jelasnya.
Sementara itu, Dr. Andi Prastowo, M.Pd.I. memaparkan struktur kurikulum PGMI yang telah disusun untuk menjawab kebutuhan pendidikan dasar masa kini.
Kurikulum tersebut dirancang agar mampu menghasilkan lulusan yang menguasai kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sebagai guru pendidikan dasar, sekaligus memiliki kemampuan mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam proses pembelajaran di madrasah ibtidaiyah.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan melibatkan berbagai masukan dari peserta yang berasal dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Berbagai pandangan yang berkembang menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan kurikulum PGMI agar tetap relevan dengan perkembangan kebijakan pendidikan nasional sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Melalui forum evaluasi kurikulum ini, Mukernas XII PD-PGMI Indonesia diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis dalam pengembangan kurikulum yang adaptif, memperkuat posisi PGMI sebagai program studi pendidikan guru yang setara dengan PGSD, serta semakin menegaskan kekhasannya melalui integrasi nilai-nilai keislaman dalam pendidikan dasar. (*)
Apa Reaksi Anda?