Muhadjir Effendy Kenang Try Sutrisno sebagai Sosok Pemimpin Otentik dan Penuh Integritas

Muhadjir Effendy mengenang Try Sutrisno sebagai pemimpin otentik, penuh integritas, dan sosok yang tak pernah melupakan orang lain meski telah mencapai jabatan tertinggi.

Maret 2, 2026 - 23:00
Muhadjir Effendy Kenang Try Sutrisno sebagai Sosok Pemimpin Otentik dan Penuh Integritas

JAKARTA Wafatnya Try Sutrisno meninggalkan kesan mendalam bagi banyak tokoh nasional, salah satunya Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji sekaligus mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.

Di mata Muhadjir, Try Sutrisno merupakan putra terbaik bangsa yang telah mewakafkan hidupnya untuk Indonesia. Karier pengabdiannya mencapai puncak saat menjabat sebagai Wakil Presiden RI ke-6 periode 1993–1998.

“Beliau adalah tempat untuk menimba pengalaman dalam banyak hal kebaikan. Mulai masalah kesetiaan kepada bangsa dan negara, kepemimpinan yang otentik, integritas, kejujuran dan kesederhanaan,” ujar Muhadjir dalam keterangan persnya, Senin (2/3/2026).

Muhadjir mengenang perkenalan awalnya dengan Try Sutrisno pada Februari 1989. Saat itu, ia dipercaya menjadi Ketua Panitia Muktamar Tarjih Muhammadiyah ke-22 di Malang, Jawa Timur. Try Sutrisno yang ketika itu menjabat sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) hadir membuka acara atas penugasan Presiden Soeharto.

Kala itu, Muhadjir masih menjabat sebagai Pembantu Rektor III di Universitas Muhammadiyah Malang. Ia mengaku terkesan karena Try Sutrisno tetap mengingat namanya meski dirinya merasa “bukan siapa-siapa”.

“Sejak itu beliau tak pernah lupa nama saya. Pada setiap kesempatan bertemu beliau memanggil saya. Sebagai orang muda yang bukan siapa-siapa, hal tersebut membuat kesan yang sangat mendalam,” kenangnya.

Muhadjir juga menuturkan bahwa saat dirinya diangkat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Try Sutrisno termasuk tokoh pertama yang menghubunginya untuk menyampaikan ucapan selamat.

“Pak Try adalah salah satu di antara tokoh yang pertama menelepon saya. Juga salah satu di antara beberapa sesepuh yang pertama kepada siapa saya bersilaturahmi,” ujarnya.

Ia menggambarkan Try Sutrisno sebagai pribadi yang sangat baik, penuh keteladanan, dan rendah hati. Muhadjir pun mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.

“Pak Try adalah pribadi yang sangat baik. Bahkan terlalu baik. Insyaallah almarhum mendapat kedudukan yang mulia di hadapan Allah SWT dan mendapat tempat bersama hamba-hamba Allah yang baik (al abrār) di surga. Amin,” tandasnya.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow