Momen Ramadan, UM Gresik Santuni Anak Yatim dan Bantu Operasional LKSA Muhammadiyah
Momen Ramadan dimanfaatkan Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) untuk berbagi kepedulian. Kampus yang dikenal sebagai kampus unggul di Kota Pudak itu memberikan santunan kepada anak yatim sekal
GRESIK Momen Ramadan dimanfaatkan Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) untuk berbagi kepedulian. Kampus yang dikenal sebagai kampus unggul di Kota Pudak itu memberikan santunan kepada anak yatim sekaligus menyalurkan bantuan operasional kepada empat Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).
Kegiatan bertajuk Kajian Ramadan dan Buka Puasa Bersama LKSA Muhammadiyah tersebut digelar di Hall Sang Pencerah UMG, Jumat (6/3/2026). Acara ini juga dihadiri Ketua PP Muhammadiyah KH Saad Ibrahim.
Secara simbolis, bantuan operasional diserahkan oleh Rektor UMG Prof Khoirul Anwar kepada perwakilan LKSA Muhammadiyah yang berasal dari Kroman, Bungah, Wringinanom, dan Driyorejo.
Selain penyerahan bantuan operasional, dalam kegiatan itu juga diberikan santunan kepada anak-anak yatim. Tercatat sebanyak 18 anak yatim hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
Rektor UMG Prof Khoirul Anwar mengatakan, santunan anak yatim dan bantuan untuk panti asuhan Muhammadiyah merupakan bagian dari komitmen kampus dalam memperkuat kepedulian sosial, khususnya di bulan suci Ramadan.
Dia menjelaskan, bantuan yang disalurkan kepada empat LKSA Muhammadiyah tersebut memiliki total nilai sekitar Rp40 juta. Bantuan itu diharapkan dapat mendukung operasional lembaga serta kebutuhan anak-anak asuh.
“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan sekaligus memperkuat sinergi dengan lembaga sosial Muhammadiyah yang selama ini berperan dalam mendampingi dan membina anak-anak,” ujarnya.
Selain santunan dan bantuan operasional, momentum Ramadan juga dimanfaatkan UMG untuk memperkuat nilai keagamaan melalui kegiatan kajian Ramadan yang diikuti civitas akademika.
“Momen ini kami manfaatkan untuk berbagi sekaligus menambah ilmu melalui kajian Ramadan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UM Gresik Fityan Izza Noor Abidin berharap kampus tersebut terus berkembang menjadi perguruan tinggi unggul yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Harapannya UMG bisa terus bertransformasi menjadi kampus unggul, tidak hanya dalam bidang akademik tetapi juga dalam kepedulian sosial kepada masyarakat,” katanya.
Fityan juga menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur kampus sebagai bagian dari peningkatan daya saing. Menurutnya, pengembangan fisik kampus harus segera direalisasikan dalam beberapa tahun ke depan.
“Perbaikan infrastruktur dan inovasi harus kita kejar dalam empat tahun ke depan. Bangunan di belakang kampus harus mulai dibangun, bukan sekadar wacana,” tegasnya.
Dia menambahkan, peningkatan kualitas universitas diharapkan dapat membuka peluang hadirnya program studi strategis di masa mendatang, termasuk rencana pengembangan Fakultas Kedokteran.
“Jika kualitas universitas semakin unggul, ke depan Fakultas Kedokteran bisa terwujud. Bahkan dapat berkembang hingga pendidikan spesialis dan subspesialis,” ungkapnya.
Kegiatan kajian Ramadan dan santunan tersebut ditutup dengan buka puasa bersama antara civitas akademika, pengurus LKSA, serta anak-anak panti asuhan. (*)
Apa Reaksi Anda?