Mobil Terperosok ke Danau Beku di Siberia, Tujuh Wisatawan China Meninggal
Delapan orang, termasuk tujuh turis asal China, tewas setelah mobil van tenggelam di Danau Baikal, Rusia.
JAKARTA Tragedi memilukan melanda destinasi wisata Danau Baikal, Siberia Timur. Sebanyak delapan orang, terdiri dari tujuh wisatawan China dan seorang pengemudi warga lokal Rusia, dilaporkan tewas setelah mobil van UAZ yang mereka tumpangi terperosok menembus lapisan es tebal, Jumat (20/2/2026) petang.
Kendaraan tersebut tenggelam hingga kedalaman 18 meter di kawasan ujung utara Pulau Olkhon, yang dikenal sebagai Tanjung Khoboy. Gubernur wilayah Irkutsk, Igor Kobzev, mengonfirmasi bahwa dari total sembilan orang di dalam kendaraan, hanya satu turis asal China yang berhasil menyelamatkan diri.
"Saat ini korban yang sudah teridentifikasi adalah pengemudi berusia 44 tahun dan empat turis, termasuk satu korban selamat. Mereka merupakan satu keluarga dari China, terdiri dari pasangan suami istri, anak laki-laki berusia 14 tahun, dan seorang kerabat," ujar Kobzev.
Pelanggaran Prosedur Keselamatan
Berdasarkan laporan awal, insiden maut ini dipicu oleh pelanggaran prosedur keselamatan. Mobil UAZ tersebut melaju di atas lapisan es di luar jalur penyeberangan resmi. Kendaraan terperosok ke dalam retakan es selebar 3 meter sebelum akhirnya tenggelam.
Gubernur Kobzev menegaskan bahwa jalur es menuju Pulau Olkhon sebenarnya belum resmi dibuka untuk musim ini karena faktor cuaca. "Larangan berkendara di atas es diberlakukan karena suhu yang menghangat. Penyeberangan menuju Pulau Olkhon masih ditutup," tegasnya.
Komite Investigasi Rusia kini telah membuka penyelidikan kriminal terkait penyediaan layanan yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan dan menyebabkan kematian. Muncul dugaan kuat bahwa pengemudi Rusia tersebut mengoperasikan tur tanpa lisensi resmi.
Rentetan Kecelakaan di Baikal
Peristiwa ini menjadi insiden mematikan kedua di Danau Baikal sepanjang awal tahun 2026. Sebelumnya, pada akhir Januari lalu, seorang turis asal China juga tewas setelah van yang ditumpanginya terbalik di atas es. Secara total, media lokal mencatat sedikitnya 11 wisatawan telah kehilangan nyawa di Danau Baikal selama tahun 2026.
Konsulat Jenderal China di Irkutsk telah menerima informasi detail mengenai kejadian ini dan mendesak para wisatawan untuk menghindari penyeberangan menggunakan kendaraan berat. Pihak konsulat menyarankan penggunaan kapal bantalan udara (hovercraft) yang jauh lebih aman.
Danau Baikal, yang merupakan situs Warisan Dunia UNESCO, memang menjadi magnet wisatawan dunia pada bulan Januari hingga April karena fenomena es jernihnya. Namun, otoritas setempat mengingatkan bahwa ketebalan es dapat berubah drastis akibat pengaruh angin, arus, dan tren musim dingin yang kini cenderung lebih hangat.
Hingga saat ini, tim penyelam telah berhasil mengevakuasi seluruh jenazah korban dari dasar danau. Penyelidikan terus berlanjut untuk menyisir keterlibatan pemandu wisata ilegal lainnya di kawasan tersebut. (*)
Apa Reaksi Anda?