Merawat Kebersamaan: Buka Puasa Bersama Dekan FIA UB dan Para Alumni Dosen

Hangat dan penuh keakraban. Situasi itulah yang nampak nyata dalam acara buka puasa bersama yang digelar Dekan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya, Prof. Drs. Andy Fefta Wijaya, MDA.,…

Maret 24, 2025 - 21:30
Merawat Kebersamaan: Buka Puasa Bersama Dekan FIA UB dan Para Alumni Dosen

TIMESINDONESIA, MALANG – Hangat dan penuh keakraban. Situasi itulah yang nampak nyata dalam acara buka puasa bersama yang digelar Dekan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya, Prof. Drs. Andy Fefta Wijaya, MDA., Ph.D dengan para alumni pengajar FIA UB di Javanine Malang, Rabu (19/3/2025).

Acara sengaja digelar secara pribadi oleh Prof Andy Fefta Wijaya untuk mempererat silaturahmi dengan para pengajar senior di FIA UB. Mereka nampak bernostalgia bersama, sambil bersilaturahmi, mempererat hubungan yang selama ini telah terjalin.

Tak ada seremoni resmi, tak ada agenda berat. Hanya canda, tawa, dan obrolan santai yang mengalir di antara para tamu. Acara ini menjadi bukti kuatnya ikatan yang terjalin antara pimpinan  FIA UB. Prof. Andy Fefta dengan seluruh dosen, tak hanya yang masih aktif, tetapi juga yang sudah purna tugas.

Prof. Andy menyampaikan rasa syukurnya karena bisa kembali berkumpul dengan keluarga besar FIA UB dalam suasana Ramadan yang penuh berkah.

“Saya sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu semua. Di bulan yang suci ini, saya dan keluarga ingin menyampaikan permohonan maaf jika ada kesalahan, serta mendoakan agar ibadah kita semua diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala,” ujarnya dengan penuh kehangatan.

Ia menegaskan bahwa acara buka bersama ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian dari upaya membangun rasa persaudaraan di antara seluruh elemen FIA UB.

“Saya ingin kita semua terus menggalang dan meningkatkan persaudaraan. Dalam acara ini, tidak ada agenda lain selain berkumpul bersama sebagai keluarga besar FIA. Harapan saya, kita semua bisa menyadari dan memperkuat ikatan persaudaraan ini,” tambahnya.

Lebih jauh, Prof. Andy juga mengingatkan tentang nilai berbagi di bulan Ramadan. Ia mengutip sebuah hadis yang menyebutkan bahwa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa merupakan ibadah yang berpahala besar.

“Saya hanya menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah. Semoga keberkahan dari acara ini bisa kita rasakan bersama,” katanya.

Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah dosen senior dan tokoh penting dalam perjalanan FIA UB. Beberapa di antaranya adalah Prof. Dr. H. Fauzi D.H., M.A., Prof. Dr. H. Choirul Saleh, Prof. Dr. H. Abdullah Said, Dr. H. Tjahjanulin Domai, M.S, Drs H Sukanto MS, Dr Zainul Arifin MS, Dr Hj Fransisca Yaningwati, Prof Dr H Kadarisman Hidayat, Dr H Muhammad Rozikin, Dr Dwi Atmanto, Dr H Muhammad Shobarudin, Dr Maria Goretti Wi Endang, dan masih banyak lainya. Kehadiran mereka semakin menghidupkan suasana, membawa nostalgia bagi para alumni yang pernah menimba ilmu di FIA UB.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. H. Zainul Arifin, sebagai perwakilan undangan, turut menyampaikan sambutan sekaligus doa bagi keluarga besar FIA UB.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Pak Dekan dalam mengadakan acara ini. Semoga beliau sekeluarga serta seluruh civitas akademika FIA selalu diberikan rahmat dan berkah oleh Allah,” tuturnya.

Tak hanya menjadi ajang berbuka puasa, acara ini juga menjadi ruang bagi para alumni untuk bertukar cerita satu sama lain. Mereka berbagi pengalaman serta kenangan selama menjadi bagian dari FIA UB. Keakraban yang terjalin di antara mereka menunjukkan bahwa meskipun sudah berpisah secara fisik, ikatan sebagai satu keluarga tetap terjaga.

Acara seperti ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan adalah hal yang perlu dijaga. Prof. Andy Fefta Wijaya, dengan kepemimpinannya yang inklusif, menunjukkan bahwa menjadi pemimpin bukan hanya soal membuat kebijakan, tetapi juga membangun hubungan baik dengan semua elemen dalam institusi. Ia tidak hanya seorang dekan, tetapi juga sosok yang dihormati dan disayangi oleh para dosen, alumni, dan mahasiswa.

Buka bersama ini pun menjadi bukti bahwa FIA UB bukan sekadar tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga rumah bagi mereka yang pernah menjadi bagian darinya. Ramadan tahun ini mungkin hanya berlangsung satu bulan, tetapi nilai kebersamaan yang dibangun melalui acara ini akan terus terasa sepanjang waktu. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow