Menuju Lapangan, Mahasiswa Polbangtan Malang Perkuat Kompetensi Alsintan Tabela

Sebanyak 20 mahasiswa Polbangtan Malang mengikuti pembekalan teknis penggunaan alsintan tabela untuk mendukung program Brigade Pangan di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

April 17, 2026 - 13:00
Menuju Lapangan, Mahasiswa Polbangtan Malang Perkuat Kompetensi Alsintan Tabela

MALANG - Sebanyak 20 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Malang mengikuti kegiatan pembekalan teknis sebelum melaksanakan Magang Pendampingan Brigade Pangan (BP) pada kawasan Optimalisasi Lahan (OPLAH) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kecamatan Maluku, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Pembekalan yang digelar Rabu (15/4/2026) lalu ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa agar memiliki pengetahuan dan keterampilan awal yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. 

Salah satu materi yaitu penggunaan alat tanam tabela (tanam benih langsung), yang merupakan inovasi hasil modifikasi petani dengan fungsi menyerupai transplanter. Penggunaan tabela dinilai mampu meningkatkan efisiensi tanam, khususnya pada lahan dengan sistem irigasi teknis, di mana ketersediaan air dapat diatur secara optimal sehingga mendukung percepatan proses tanam.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa inovasi dan modifikasi alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi kunci utama dalam percepatan swasembada pangan nasional. Menurutnya, pemanfaatan alsintan yang disesuaikan dengan kondisi lahan mampu meningkatkan efisiensi kerja petani, mempercepat proses olah tanah, tanam hingga panen, serta mengatasi keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.

Magang Pendampingan Brigade Pangan 2

“Modifikasi alsintan harus disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, baik di lahan rawa, tadah hujan, maupun sawah irigasi, sehingga produktivitas dapat meningkat secara signifikan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kemetan, Idha Widi Arsanti, yang menekankan bahwa pengembangan alsintan berbasis kondisi spesifik lokasi akan memperkuat modernisasi pertanian serta mendukung peningkatan produktivitas secara berkelanjutan.

Dalam pembekalan tersebut, mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga dilatih secara praktis dalam pengoperasian alsintan tabela, mulai dari persiapan benih, pengaturan alat, hingga teknik penanaman yang tepat untuk menghasilkan pertumbuhan tanaman yang seragam.

“Pada pembekalan ini, mahasiswa harus memahami secara teknis penggunaan alat tanam tabela yang telah dimodifikasi pada pengaturan jarak tanamnya, sehingga mampu menguasai teknik tanam yang tepat. Penguasaan teknologi ini penting agar saat di lapangan, mahasiswa dapat langsung berkontribusi dalam percepatan tanam dan peningkatan produktivitas,” jelas Kepala Divisi Alsintan, Arie NBB Satrio Nugroho.

Melalui kegiatan tersebut, lanjut dia, mahasiswa diharapkan mampu berperan aktif sebagai pendamping petani dalam program Brigade Pangan, sekaligus mendukung optimalisasi pemanfaatan lahan dan percepatan peningkatan produksi pertanian di wilayah Kalimantan Tengah. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow