Mentan Amran: Penutupan Selat Hormuz Tak Picu Krisis Pangan, Stok Nasional Aman 324 Hari
Mentan Amran Sulaiman memastikan penutupan Selat Hormuz tidak akan memicu krisis pangan di Indonesia. Cadangan pangan nasional disebut aman hingga 324 hari.
JAKARTA Amran Sulaiman memastikan bahwa potensi penutupan Selat Hormuz akibat konflik di Iran dan Israel tidak akan memicu krisis pangan di Indonesia. Menteri Pertanian itu menegaskan kondisi stok pangan nasional saat ini berada dalam posisi aman.
Pernyataan tersebut disampaikan Amran saat konferensi pers di kantor Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Menanggapi sejumlah analisis pengamat yang menyebut penutupan Selat Hormuz berpotensi mengganggu ketahanan pangan nasional, Amran menilai pandangan tersebut tidak berdasar.
“Oh pasti tidak benar. Ya mungkin pengamatnya bukan petani. Maklumi saja. Bukan sarjana pertanian asli,” kata Amran.
Ia menegaskan keyakinannya bukan sekadar optimisme, melainkan berdasarkan kondisi riil ketersediaan pangan nasional.
“Loh bukan optimis, sudah sekarang banyak beras kok. Sampaikan salam hormatku, bahwa Insyaallah omongan saya benar. Kenapa? Barangnya sudah ada. Kita sudah terlatih menghadapi,” ujarnya.
Penutupan Selat Hormuz Tak Berkaitan dengan Beras
Menurut Amran, potensi penutupan Selat Hormuz tidak memiliki keterkaitan langsung dengan pasokan beras nasional. Pasalnya, Indonesia tidak bergantung pada impor untuk komoditas tersebut.
“Dan beras tidak impor. Jadi, nggak berhubungan. Kira-kira apa yang menyulitkan kita?” ucapnya.
Namun demikian, ia mengakui bahwa dampak yang mungkin muncul lebih berkaitan dengan pasokan bahan baku pupuk.
Pemerintah Siapkan Alternatif Bahan Baku Pupuk
Amran mengatakan pemerintah telah mengantisipasi potensi gangguan pasokan pupuk dengan menyiapkan alternatif sumber bahan baku dari sejumlah negara.
“Palingan bahan baku, pupuk kan? Tetapi, alternatifnya kita ambil dari Rusia, Laos, dan Australia. Kami sudah perhitungkan semua,” ujarnya.
Cadangan Pangan Nasional Kuat
Lebih lanjut, Amran memastikan cadangan pangan nasional saat ini berada pada level yang kuat. Berdasarkan perhitungan pemerintah, stok pangan mampu mencukupi kebutuhan hingga 324 hari ke depan.
“Kita sudah tahu bahwa terjadi perang antara Iran dengan Israel. Kita mengumumkan kondisi pangan yang ada sekarang. Alhamdulillah setelah kami menghitung, kekuatan pangan kita dengan kondisi geopolitik yang memanas, cadangan kita sampai dengan hari ini tersedia sampai dengan 324 hari,” katanya.
Cadangan tersebut berasal dari beberapa sumber, mulai dari stok yang dikelola Perum Bulog hingga potensi panen yang masih berada di lahan pertanian.
Menurut Amran, stok Bulog saat ini mencapai 3,7 juta ton, sementara stok di sektor horeka (hotel, restoran, dan kafe) mencapai lebih dari 12 juta ton. Selain itu, terdapat standing crop atau potensi panen di lahan sekitar 10 hingga 11 juta ton.
Dengan kondisi tersebut, Amran menegaskan pasokan pangan nasional tetap terjaga karena produksi beras terus berlangsung setiap bulan.
“Totalnya bisa bertahan 324 hari. Dan bukan 324 hari stop. Kita produksi terus menerus setiap bulan 2,6 juta sampai 5,7 juta ton. Range-nya antara minimal 2,6 juta sampai 5,3 juta ton setiap bulannya. Jadi, Insyaallah pangan aman,” pungkasnya.(*)
Apa Reaksi Anda?