Menolak Lupa Sejarah, Polresta Banyuwangi Hormati Pahlawan Maritim di Selat Bali
Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Banyuwangi menggelar upacara ziarah laut dan prosesi tabur bunga di perairan Selat Bali, pada Selasa (23/6/2026).
BANYUWANGI - Mengingat dan menghargai jasa para pahlawan yang gugur di medan juang termasuk wilayah perairan, menjadi esensi penting dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Bertekad menolak lupa akan sejarah bangsa, Polresta Banyuwangi menggelar upacara ziarah laut dan prosesi tabur bunga di perairan Selat Bali, pada Selasa (23/6/2026).
Prosesi khidmat ini dipimpin langsung oleh Wakapolresta Banyuwangi, AKBP Teguh Priyo Wasono, dengan didampingi Kasatpolairud Kompol Muchammad Wahyudi. Sejumlah pejabat utama Polresta Banyuwangi juga tampak hadir memberikan penghormatan, di antaranya Kasat Intelkam, Kabag SDM, Kabag Logistik, hingga Kasat Pamobvit.
Rombongan bertolak menuju tengah Selat Bali menggunakan lima armada patroli Satpolairud, mulai dari KP X-1033, KP X-2001, KP X-1055, KP X-2004, serta Rigid Buoyant Boat (RBB). Setibanya di lokasi, suasana seketika khidmat, seluruh peserta langsung menggelar upacara penghormatan dan mengheningkan cipta, melangitkan doa terbaik bagi para pahlawan yang telah gugur demi bumi pertiwi.
Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono menyampaikan bahwa ziarah laut ini merupakan agenda penting dalam rangkaian Hari Bhayangkara. Baginya, kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momen tepat untuk meneladani semangat pengorbanan para pahlawan dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.
“Pengorbanan para pahlawan menjadi fondasi bagi generasi saat ini dalam mengemban tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Semangat juang mereka harus terus menjadi inspirasi dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian,” jelasnya.
Pemilihan Selat Bali sebagai lokasi tabur bunga tentu bukan tanpa alasan. Jalur laut yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali ini menyimpan cerita sejarah yang mendalam. Pasalnya, pascakemerdekaan dulu, perairan ini merupakan salah satu medan pertempuran sengit rakyat Indonesia dalam melawan agresi militer Belanda.
AKBP Teguh menegaskan, Hari Bhayangkara ke-80 ini adalah momen tepat bagi seluruh personel Polri untuk lebih bersyukur atas amanah yang diemban. Menurutnya, cara terbaik menghargai pengabdian para pahlawan adalah dengan melanjutkan perjuangan mereka lewat pelayanan masyarakat yang tulus, humanis, dan profesional.
"Jadikan momentum peringatan HUT Bhayangkara ke-80 ini dengan mewujudkan rasa bersyukur, yaitu Polri Selalu Hadir untuk Masyarakat. Kita hadir untuk menciptakan situasi harkamtibmas yang aman dan kondusif, selalu melayani masyarakat dengan senyuman, sapa, dan salam, serta membuat masyarakat merasakan pengayoman dan pelayanan yang nyaman dari kita,” tegasnya.
Sementara itu, Kasatpolairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi turut menyampaikan bahwa, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan dedikasi dan profesionalisme dalam menjaga keamanan wilayah perairan.
Menurut Kompol Wahyudi, selain mengenang jasa para pahlawan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana refleksi bagi jajaran kepolisian, khususnya Satpolairud. Sehingga para personel senantiasa siap memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat pesisir maupun pengguna transportasi laut.
"Harapanya nilai-nilai patriotisme dan semangat perjuangan para pahlawan dapat terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa," ujarnya.
Melalui semangat tersebut, Polresta Banyuwangi berkomitmen untuk terus memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Banyuwangi, termasuk kawasan perairan Selat Bali yang menjadi salah satu wilayah strategis nasional. (*)
Pewarta : Anggara Cahya
Apa Reaksi Anda?