Mendukbangga Serahkan Bantuan Rumah Layak Huni di Aceh Tenggara
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menyerahkan bantuan rehabilitasi rumah dan jamban sehat untuk Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Aceh Tenggara.
ACEH - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, Wihaji, menyerahkan bantuan rehabilitasi tiga unit rumah kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kabupaten Aceh Tenggara.
Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, mengonfirmasi bahwa penyerahan bantuan hunian tersebut dilakukan di sela-sela kunjungan kerja Mendukbangga ke wilayah Aceh Tenggara pada Selasa (2/6/2026).
"Bantuan tersebut merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam menciptakan lingkungan hunian yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal," kata Safrina di Aceh Tenggara.
Safrina menjelaskan, kunjungan Mendukbangga beserta rombongan ke Aceh Tenggara ini bertujuan untuk memperkuat program pembangunan keluarga. Selain itu, kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam mengakselerasi penurunan angka stunting melalui program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Tak hanya rehabilitasi rumah, Mendukbangga Wihaji bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara juga menyalurkan bantuan pembangunan tiga unit jamban sehat. Fasilitas sanitasi ini disebar di sejumlah kecamatan di kabupaten setempat.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa intervensi yang diberikan pemerintah tidak hanya berfokus pada pemenuhan aspek gizi (intervensi spesifik), tetapi juga menyasar faktor lingkungan dan sanitasi yang menjadi penyebab tidak langsung (intervensi sensitif) dari masalah stunting.
"Penanganan stunting harus secara menyeluruh. Selain asupan gizi, anak-anak juga harus tinggal di lingkungan sehat dan layak. Karena itu perbaikan rumah dan penyediaan sanitasi memadai menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan keluarga yang berkualitas," ujar Safrina.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Mendukbangga Wihaji juga menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang selama ini aktif mengawal pendampingan KRS di lapangan.
"Mendukbangga juga mengapresiasi peran aktif para kader dan pemerintah daerah dalam memastikan berbagai program pembangunan keluarga dapat berjalan dengan baik hingga ke tingkat desa," tutur Safrina Salim menutup penjelasannya. (*)
Apa Reaksi Anda?