Membeludak! Ratusan Warga Serbu Program MOW-MOP di Majalengka, Kuota Langsung Overload
Antusiasme warga Majalengka ikuti layanan MOW dan MOP saat Harganas ke-33 melampaui kuota, partisipasi tinggi menekan laju pertumbuhan penduduk hingga sekitar 0,77 persen.
Suasana berbeda tampak pada pelaksanaan program Keluarga Berencana di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Kamis (2/7/2026) di tengah peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33
Ratusan warga memadati lokasi layanan Medis Operasi Wanita (MOW) dan Medis Operasi Pria (MOP). Antusiasme masyarakat bahkan melampaui ekspektasi pemerintah daerah.
Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya partisipasi masyarakat dalam program tersebut.
Ia menyebut, awalnya pemerintah sempat pesimistis terhadap minat warga, khususnya untuk layanan MOW. Namun kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik.
"Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Majalengka bekerja sama dengan BKKBN Provinsi Jawa Barat melaksanakan kegiatan MOW dan MOP dalam rangka Harganas ke-33. Ternyata antusiasme masyarakat luar biasa, bahkan kuota yang disiapkan sudah overload," ujarnya.
Tak hanya peserta MOW, partisipasi kaum pria dalam program MOP juga menjadi sorotan. Dari kuota awal sebanyak 26 peserta, realisasi mencapai 28 orang menunjukkan meningkatnya kesadaran laki-laki dalam perencanaan keluarga.
Fenomena ini dinilai sebagai perubahan signifikan dalam paradigma masyarakat terhadap program Keluarga Berencana. Jika sebelumnya program KB identik dengan dorongan pemerintah, kini masyarakat justru datang dengan kesadaran sendiri, bahkan rela mendaftar jauh-jauh hari.
"Kalau dulu program KB cenderung dipaksa atau diarahkan, sekarang masyarakat sudah datang dengan sendirinya. Bahkan yang mandiri juga banyak, langsung ke dokter umum. Ini menunjukkan KB sudah menjadi kebutuhan," jelasnya.
Secara keseluruhan, kuota awal sebanyak 250 peserta kini telah dilampaui, dengan jumlah pendaftar yang mencapai hampir 300 orang. Kondisi ini memperlihatkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap program pengendalian kelahiran yang digagas pemerintah.
Bupati Eman juga menegaskan bahwa dampak dari tingginya partisipasi ini telah terasa secara nyata. Laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Majalengka saat ini berhasil ditekan di bawah angka 1 persen, bahkan berada di kisaran 0,77 persen.
"Artinya program ini sangat berdampak. Harapannya, masyarakat yang mengikuti MOW dan MOP tetap sehat dan mampu merencanakan jarak kehamilan dengan baik," tambahnya.
Lonjakan partisipasi ini menjadi momentum penting bagi keberlanjutan program Keluarga Berencana di Kabupaten Majalengka.
Di balik angka-angka tersebut, tersimpan perubahan kesadaran kolektif, bahwa perencanaan keluarga bukan lagi sekadar program, melainkan kebutuhan untuk masa depan yang lebih terarah. (*)
Apa Reaksi Anda?