Material Sisa Proyek Menumpuk di Pinggir Jalan, Mayora Angkat Bicara

PT Tirta Fresindo Jaya (Mayora Group) memberikan klarifikasi terkait tumpukan material sisa proyek di jalan Purwosari–Pasuruan, Desa Kurung, Kejayan. Material berasal dari pembangunan Plant 3 dan tela

Maret 13, 2026 - 16:00
Material Sisa Proyek Menumpuk di Pinggir Jalan, Mayora Angkat Bicara

PASURUAN Soal tumpukan material sisa proyek yang sempat terlihat di pinggir jalan raya Purwosari–Pasuruan, tepatnya di wilayah Desa Kurung, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, akhirnya diklarifikasi oleh pihak perusahaan.

Sebelumnya, keberadaan material tersebut sempat dikeluhkan sejumlah pengguna jalan karena dinilai mengganggu kenyamanan dan berpotensi membahayakan pengendara yang melintas.

Disebutkan bahwa material sisa proyek tersebut berasal dari proyek pembangunan PT. Mayora-Kejayan. 

Melalui pernyataan resminya pada Jumat (13/3/2026), Koordinator Dept. Head IRGA PT Tirta Fresindo Jaya (TFJ) Wilayah Timur, Asep Hedi Hidayat S.H., menjelaskan bahwa material tersebut memang berasal dari proyek pembangunan Plant 3 PT Tirta Fresindo Jaya di wilayah Pasuruan.

"Iya mas, jadi di Pasuruan ini PT Tirta Fresindo Jaya ada 3 plant. Nah, material bekas proyek itu dari pembangunan plant 3 yang saat ini sedang berjalan", ujar Asep. 

CDN Image

Menurut Asep, saat ini PT Tirta Fresindo Jaya—bagian dari Mayora Group—memiliki tiga fasilitas produksi di Pasuruan, dan proyek pembangunan Plant 3 masih dalam proses pengerjaan.

BACA JUGA:  https://timesindonesia.co.id/peristiwa-daerah/581760/tumpukan-limbah-proyek-di-pinggir-jalan-kejayanpasuruan-dikeluhkan-warga

Asep menjelaskan, penempatan material tersebut bukan tanpa koordinasi. Pihak perusahaan menyebut adanya kerja sama dengan pemerintah desa setempat melalui karang taruna.

Dalam kerja sama tersebut, pihak desa meminta sebagian material sisa pembangunan untuk disortir atau dipilah terlebih dahulu, khususnya material kayu yang masih layak digunakan oleh warga.

"Jadi, mereka (karang taruna), memilah-milah material kayu yang masih bisa dimanfaatkan. Untuk kondisi saat ini warga sudah selesai memilah dan sisa material yang tidak bisa digunakan sudah diarahkan ke tempat semestinya untuk pemadatan/urug lahan,",kata Asep. 

Meski demikian, pihak perusahaan mengakui bahwa sebelumnya sempat terjadi kondisi di mana material terlihat menumpuk hingga mendekati bahu jalan.

Atas kondisi tersebut, PT Tirta Fresindo Jaya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pengguna jalan.

Asep juga menegaskan bahwa perusahaan telah memberikan peringatan kepada pihak ketiga yang menangani proses pemilahan material agar lebih memperhatikan aspek keselamatan, estetika, dan kenyamanan pengguna jalan.

"Sudah dirapikan dan dipinggirkan lagi mas, biar tidak mengganggu pengguna jalan", kata Asep Hedi. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow