Manfaatkan Sedimentasi Waduk Mrica, 40 Perajin Ikuti Pelatihan Pembuatan Bata Ekpos dan Tempel
Disperindagkop UKM Banjarnegara latih 40 perajin bata Panggisari manfaatkan sedimen Waduk Mrica menjadi bata ekspos kualitas ekspor bernilai ekonomi tinggi.
BANJARNEGARA - Sebanyak 40 perajin batu bata merah asal Panggisari Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara mengikuti pelatihan pembuatan bata ekpos dan bata tempel yang diinisiasi Dinas Perindagkop UKM setempat.
Para perajin dibekali ilmu pengetahuan dan inovasi pembuatan bata kwalitas eksport dari Suroso selalu Quality Control CV Bata Kingdom Temanggung sejak tanggal 8 - 11 Mei 2026.
Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian Perindagkop UKM Banjarnegara Yusep Handoko S.Sos menjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan penghasilan para perajin disamping mengurangi sedimentasi Waduk Mrica dengan pemanfaatan lumpur waduk tersebut.
"Bata ini disamping lebih halus juga memiliki nilai estetika tinggi, harganya juga cukup tinggi dibanding bata biasa," jelas Yusep kepada TIMES Indonesia, Selasa (12/5/2026).
Dijelaskan, dalam kegiatan ini juga dilakukan eksperimen prosentase pemanfaatan sedimentasi Waduk PLTA Mrica dan tanah liat bahan baku batu bata merah dengan komposisi 20 - 100 persen.
"Hasil mentahnya bagus, termasuk komposisi 100 persen sedimentasi Waduk Mrica. Kini tinggal menunggu proses pembakaran yang akan dilakukan di tungku milik kelompok perajin bata merah Panggisari," imbuh Yusep Handoko.
Disampaikan juga, dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera menggelar pelatihan batik printing di Gumelem, Susukan, pembuatan sabun cuci dan mandi peserta santri preneur Ponpes Tanbihul Ghofilin dan Ponpes Alfatah Banjarnegara serta pelatihan blending dan linting.
Berdasarkan pengamatan, peserta pelatihan tampak antusias menerima materi sekaligus praktik membuat bata ekspos dan tempel.
Karena mereka sudah terbiasa membuat batu bata merah hasil uji coba dinilai cukup bagus, hanya saja mereka mengaku terkendala pembiayaan mendapatkan mesin pengolahan tanah dan mesin cetak.
Menanggapi hal ini pihak Disperindag UMK Banjarnegara akan berusaha mencarikan solusi dengan menggandeng stakeholder terkait, untuk membantu para perajin bata ekpos dan bata tempel di Panggisari, Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara. (*)
Apa Reaksi Anda?