Mahasiswa UM Gelar Ramadhan Competition di SLB C Autis Kedungkandang Malang
Mahasiswa Universitas Negeri Malang menggelar Ramadhan Competition di SLB C Autis Kedungkandang untuk menanamkan nilai religius, melatih kreativitas, dan meningkatkan kepercayaan diri siswa disabilita
MALANG Mahasiswa program Asistensi Mengajar (AM) dari Universitas Negeri Malang (UM) menggelar kegiatan Ramadhan Competition bagi siswa di SLB C Autis Negeri Kedungkandang, Kota Malang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai religius kepada siswa melalui aktivitas yang edukatif dan menyenangkan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menghadirkan sejumlah perlombaan yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa. Untuk siswa SDLB, digelar lomba mewarnai, sedangkan siswa SMPLB dan SMALB mengikuti lomba hafalan doa sehari-hari.
Lomba mewarnai dipilih sebagai sarana untuk melatih konsentrasi, koordinasi motorik halus, sekaligus mengekspresikan kreativitas siswa penyandang disabilitas. Sementara itu, lomba hafalan doa sehari-hari bertujuan meningkatkan kepercayaan diri siswa serta membiasakan mereka mengamalkan doa dalam aktivitas sehari-hari.
Pelaksanaan Ramadhan Competition menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pesantren kilat yang diselenggarakan sekolah. Lomba mewarnai untuk siswa SDLB digelar pada Senin (9/3/2026). Selanjutnya, lomba hafalan doa sehari-hari bagi siswa SMPLB dan SMALB dilaksanakan pada Rabu (11/3/2026), dengan pengumuman pemenang pada Jumat (13/3/2026).
Selain perlombaan, kegiatan pesantren kilat juga diisi dengan berbagai aktivitas lain, seperti pembagian takjil kepada masyarakat, penyaluran bantuan sembako bagi siswa disabilitas yang membutuhkan, buka puasa bersama, serta penyampaian materi keagamaan seputar Ramadan.
Salah satu siswa SMALB, Reyhan, mengaku senang mengikuti perlombaan tersebut karena memberikan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Momen penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba. (Foto: Rianes Dwi Wahyuning Putri/ TIMES Indonesia)
“Kegiatan perlombaan ini menyenangkan karena pembawaannya menarik. Kita juga bisa menunjukkan kemampuan menghafal doa-doa. Pesan untuk hari ini tetap semangat dan terus berjuang,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).
Koordinator acara pesantren kilat, Meitha, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan memberi manfaat bagi siswa, terutama dalam membiasakan penerapan doa sehari-hari dalam kehidupan.
“Harapannya kegiatan pesantren kilat ini bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya. Kegiatan ini sudah sangat baik dan bisa dikembangkan karena mampu menumbuhkan sikap religius siswa,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Melalui program Ramadhan Competition, mahasiswa Asistensi Mengajar dari Program Pendidikan Khusus (PKh) Universitas Negeri Malang menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga edukatif bagi siswa SLB C Autis Negeri Kedungkandang. Kegiatan ini diharapkan dapat melatih kreativitas, meningkatkan konsentrasi, serta menumbuhkan rasa percaya diri siswa, sekaligus menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam mendukung pendidikan inklusif. (*)
Pewarta: Rianes Dwi Wahyuning Putri
Apa Reaksi Anda?