Mahasiswa KSM UNISMA Sulap Limbah Plastik Jadi Media Tanam Produktif di Dusun Meloan Sidorejo
Mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Universitas Islam Malang (UNISMA) menggelar program pemanfaatan limbah plastik menjadi media tanam produktif di Dusun Meloan, Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung
MALANG Mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Universitas Islam Malang (UNISMA) menggelar program pemanfaatan limbah plastik menjadi media tanam produktif di Dusun Meloan, Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, Rabu (18/2/2026).
Kegiatan ini bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan.
Program diawali dengan sosialisasi mengenai bahaya sampah plastik yang sulit terurai dan berpotensi mencemari tanah serta sumber air. Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa mengajak warga untuk lebih bijak dalam mengelola sampah rumah tangga, khususnya botol plastik bekas.
Selanjutnya, mahasiswa KSM memberikan pelatihan praktik mengubah botol plastik menjadi pot tanaman. Botol yang telah dibersihkan dipotong dan diberi lubang drainase, kemudian diisi campuran tanah, kompos, dan sekam sebelum ditanami bibit cabai, tomat, serta sayuran berdaun. Untuk efisiensi lahan, pot-pot tersebut disusun secara vertikal di halaman rumah warga.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
Ketua Kelompok KSM-19, Yahya Muhaimin, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KSM berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah sekaligus mendorong praktik ramah lingkungan yang berkelanjutan.
”Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah sekaligus mendorong pemanfaatan lahan sempit agar tetap bisa menanam sayuran maupun tanaman produktif lainnya.’ ujarnya
Dosen Pembimbing Lapangan, Itznaniyah Umie Murniatie, S.Pd, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi nyata kepedulian mahasiswa terhadap persoalan lingkungan di tingkat desa.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai agen perubahan. Pemanfaatan limbah plastik ini adalah langkah sederhana namun berdampak besar, karena menyentuh aspek lingkungan sekaligus ekonomi keluarga,” ujarnya.
Ia berharap program tersebut dapat berkelanjutan dan menjadi kebiasaan baru di tengah masyarakat. “Jika dikelola secara konsisten, pekarangan rumah bisa menjadi sumber pangan mandiri sekaligus solusi pengurangan sampah plastik,” tambahnya.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai memberikan manfaat ganda. Selain membantu mengurangi penumpukan sampah plastik, hasil panen tanaman dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur sehari-hari atau dijual apabila berlebih.
“Kami sangat menghargai inisiatif mahasiswa KSM yang mengolah limbah plastik menjadi media tanam. Kegiatan ini tidak hanya mengurangi timbunan sampah plastik di sekitar kami, tetapi juga menyampaikan wawasan baru bagi masyarakat tentang metode menanam tanaman produktif yang mudah dan bermanfaat.” ucap salah satu warga.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
Mahasiswa KSM berharap program ini tidak berhenti pada masa pengabdian saja, tetapi terus dilanjutkan warga sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan. Melalui langkah sederhana ini, lingkungan menjadi lebih hijau, tertata, dan produktif.
Kegiatan melibatkan mahasiswa KSM UNISMA bersama warga Dusun Meloan dan dilaksanakan di halaman rumah serta area permukiman selama periode pengabdian berlangsung, mulai dari tahap sosialisasi hingga penanaman. Mahasiswa KSM berharap program ini tidak berhenti pada masa pengabdian saja, tetapi terus dilanjutkan warga sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan. Melalui langkah sederhana ini, lingkungan menjadi lebih hijau, tertata, dan produktif. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
*)Pewarta: Mahasiswa KSM-T Kelompok 19 Universitas Islam Malang (UNISMA)
Apa Reaksi Anda?