KSM-T UNISMA Sosialisasi Budaya Anti Korupsi Sejak Dini

Mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik (KSM-T) UNISMA Kelompok 30 dengan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Dr. Ir. Priyagung Hartono, M.T

Maret 4, 2026 - 12:30
KSM-T UNISMA Sosialisasi Budaya Anti Korupsi Sejak Dini

MALANG Mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik (KSM-T) UNISMA Kelompok 30 dengan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Dr. Ir. Priyagung Hartono, M.T melaksanakan program kerja sosialisasi pengenalan budaya anti korupsi kepada siswa-siswi SDN 2 Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Sabtu (28/02/2026), .

Kegiatan ini diikuti oleh tiga kelas, yakni kelas IV sebanyak 12 siswa, kelas V sebanyak 11 siswa, dan kelas VI sebanyak 19 siswa.

Program ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus implementasi nilai-nilai integritas dalam dunia pendidikan dasar. Sosialisasi berlangsung di ruang kelas dengan suasana interaktif dan komunikatif, di mana siswa tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi juga diajak berdiskusi, menjawab pertanyaan, serta mengikuti kuis berhadiah.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/

Mengapa Budaya Anti Korupsi Perlu Ditanamkan Sejak Dini?

Korupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan karakter. Oleh karena itu, pencegahan harus dimulai dari pembentukan nilai sejak usia sekolah dasar. Mahasiswa KSM-T UNISMA memfokuskan materi pada hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan siswa, seperti kejujuran saat mengerjakan tugas, tidak mengambil barang milik teman, disiplin waktu, serta berani mengakui kesalahan.

Penanggung jawab program kerja, Muhammad Devas Syaikhul Khufat, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program sosialisasi yang sebelumnya telah dilaksanakan di jenjang pendidikan menengah.

“Kegiatan serupa pernah kami adakan pada dua sekolah tingkat SLTP dan dua pada tingkat SLTA. Kali ini untuk pertama kalinya kami mengadakan pada jenjang sekolah dasar yaitu SDN 2 Wringinsongo. Kepala sekolah beserta jajaran pendidik sangat menyambut adanya program ini. Besar harapan untuk ke depannya dapat diadakan program serupa yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan edukatif dan menyenangkan menjadi strategi utama agar pesan moral dapat diterima dengan baik oleh siswa.

Dukungan Penuh dari Pihak Sekolah

Kepala SDN 2 Wringinsongo, Suryadi, menyampaikan bahwa penanaman karakter sejatinya telah menjadi bagian dari budaya sekolah melalui kegiatan rutin harian.

“Itu memang sesuatu yang harus ditanamkan sejak dulu. Kalau bisa dilakukan sejak kelas bawah tentu lebih bagus, dimulai dari hal-hal kecil seperti kejujuran, mengembalikan barang pada tempatnya, dan bersikap jujur dalam pembelajaran,” jelasnya (Suryadi, Kepala SDN 2 Wringinsongo).

Beliau juga menegaskan bahwa sekolah memiliki peran sentral dalam membentuk karakter siswa melalui pembiasaan, seperti upacara, kegiatan pagi, dan aktivitas pembelajaran yang menanamkan nilai tanggung jawab.

Terkait pelaksanaan kegiatan KSM-T UNISMA, beliau memberikan apresiasi atas metode yang digunakan.

“Anak-anak diajak melihat video, ada alat peraga, situasi mendukung sehingga mereka tertarik dan tidak keluar dari materi yang dibahas. Sudah lumayan cukup dan bagus,” tambahnya (Suryadi, Kepala SDN 2 Wringinsongo).

Lebih lanjut, beliau berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan agar nilai yang ditanamkan semakin kuat.

“Sangat perlu dilakukan lebih dari satu kali sehingga lebih menancap dan tajam di hati anak-anak. Harapannya bukan hanya mengenal, tetapi akhirnya muncul budaya anti korupsi,” tegas kepala Kepala SDN 2 Wringinsongo, Suryadi.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/

Program Unggulan Kelompok 30

Ketua Kelompok 30, Najib Ali Wafa, menyampaikan bahwa sosialisasi budaya anti korupsi merupakan salah satu program kerja unggulan yang dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang.

“Kegiatan ini sangat positif untuk dilaksanakan. Hal ini juga menjadi salah satu program kerja unggulan dari Kelompok 30. Untuk ke depannya, besar harapan korupsi di negeri ini dapat berkurang dengan ditanamkannya budaya anti korupsi sejak dini,” ungkapnya.

Menurutnya, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Menanamkan nilai kejujuran kepada anak-anak hari ini merupakan investasi moral untuk masa depan bangsa.

Sinergi Kampus dan Sekolah untuk Generasi Berintegritas

Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dasar dalam membangun generasi yang berkarakter. Mahasiswa KSM-T UNISMA hadir sebagai mitra sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter melalui pendekatan kreatif dan partisipatif.

Dengan terlaksananya sosialisasi ini, diharapkan siswa SDN 2 Wringinsongo tidak hanya memahami apa itu korupsi, tetapi juga mampu menerapkan nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Langkah sederhana di lingkungan sekolah diyakini dapat menjadi fondasi kuat dalam membentuk budaya anti korupsi yang tumbuh dan mengakar sejak dini.

Melalui semangat pengabdian dan kolaborasi, KSM-T UNISMA Kelompok 30 berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program inspiratif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya membangun Indonesia yang lebih berintegritas di masa depan. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/

*) Pewarta: Mahasiswa KSM-T Kelompok 30 Universitas Islam Malang (UNISMA)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow