Mahasiswa KSM-T UNISMA Kelompok 29 Membuat Plang Pembatas Desa Wringinsongo

Dalam rangka mendukung penataan wilayah desa serta memberikan informasi yang jelas mengenai batas administrasi desa, mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik (KSM-T) Universitas Islam Malang (UNISM

Maret 16, 2026 - 15:30
Mahasiswa KSM-T UNISMA Kelompok 29 Membuat Plang Pembatas Desa Wringinsongo

MALANG Dalam rangka mendukung penataan wilayah desa serta memberikan informasi yang jelas mengenai batas administrasi desa, mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik (KSM-T) Universitas Islam Malang (UNISMA) Kelompok 29 melaksanakan program kerja pembuatan plang pembatas desa di Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Program kerja ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa KSM-T kepada masyarakat desa. Beberapa warga desa wringinsongo mengeluhkan tentang tidak adanya batas desa yang jelas, “di sini tidak ada batas desa yang jelas mbak,mas  terutama batas antara Desa Wringinsongo dengan Desa Glanggang.” Ujar pak fauzi. “Banyak warga dari luar desa Wringinsongo yang sering tersesat di sekitar daerah tersebut” lanjut pak fauzi. Berdasarkan hal tersebut Mahasiswa KSM-T unisma kelompok 29 memutuskan untuk membuat plang batas desa yang jelas.

Berdasarkan hasil koordinasi dan diskusi dengan perangkat Desa Wringinsongo, diketahui bahwa masih terdapat beberapa titik batas desa yang belum memiliki penanda yang jelas. “Disini memang masih ada beberapa titk yang belum kami beri penanda batas desa, jadi jika memang mau di jadikan sebagai proker kelompok kami persilahkan.” Ujar salah satu perangkat desa. Dari hasil wawancara tersebut kami memutuskan bahwa, pembuatan plang pembatas desa dianggap penting agar masyarakat maupun pengguna jalan dapat mengetahui secara jelas wilayah administratif Desa Wringinsongo.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/

Kegiatan pembuatan plang pembatas desa dilaksanakan secara bertahap, mulai dari proses perencanaan desain, persiapan bahan, pembuatan plang, hingga pemasangan di lokasi yang telah disepakati bersama dengan pihak desa.

Dalam proses pelaksanaannya, mahasiswa KSM-T Kelompok 29 turut bekerja sama dengan perangkat desa serta masyarakat setempat agar kegiatan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan desa. Plang pembatas desa yang dipasang memuat informasi mengenai nama desa sebagai penanda wilayah administratif.

Pemasangan plang ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun pendatang untuk mengetahui batas wilayah Desa Wringinsongo. Selama proses kegiatan berlangsung, mahasiswa KSM-T bersama masyarakat menunjukkan semangat gotong royong dan kerja sama yang baik. Hal tersebut mencerminkan nilai kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat dalam upaya membangun serta memperbaiki fasilitas desa.

Dengan terlaksananya program kerja ini, diharapkan plang pembatas desa dapat menjadi sarana informasi yang bermanfaat serta membantu memperjelas batas wilayah Desa Wringinsongo. Mahasiswa KSM-T UNISMA Kelompok 29 juga berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

Selain sebagai penanda batas wilayah, keberadaan plang pembatas desa juga memiliki peran penting dalam memperkuat identitas suatu wilayah. Dengan adanya plang tersebut, masyarakat maupun pengunjung dapat dengan mudah mengetahui ketika memasuki wilayah Desa Wringinsongo. Hal ini tidak hanya memberikan informasi geografis, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga dan kepemilikan masyarakat terhadap desanya.

Dalam proses pembuatannya, mahasiswa KSM-T UNISMA Kelompok 29 melakukan beberapa tahapan mulai dari survei lokasi yang strategis untuk pemasangan plang hingga memastikan desain plang dapat terlihat jelas dan mudah dibaca oleh masyarakat. Penentuan lokasi pemasangan dilakukan melalui koordinasi dengan perangkat desa agar plang dapat ditempatkan pada titik yang tepat dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk pembelajaran bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang dimiliki secara langsung di tengah masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai perencanaan dan pelaksanaan program kerja, tetapi juga belajar mengenai pentingnya kerja sama, komunikasi, serta partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung pembangunan desa.

Dengan kegiatan pembuatan plang pembatas desa ini, diharapkan Desa Wringinsongo dapat memiliki penanda wilayah yang lebih jelas dan tertata. Mahasiswa KSM-T UNISMA Kelompok 29 berharap fasilitas yang telah dibuat dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat sehingga keberadaannya dapat memberikan manfaat dalam jangka waktu yang panjang. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/

*) Pewarta: Mahasiswa KSM-T Kelompok 29 Universitas Islam Malang (UNISMA)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow