Mahasiswa KKN UNMER Bangun Kumbung Jamur, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Dusun Krobyoan

Bangunan yang sebelumnya tidak terpakai di Dusun Krobyoan, Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, kini diubah menjadi kumbung jamur tiram yang produktif.

Februari 26, 2026 - 16:00
Mahasiswa KKN UNMER Bangun Kumbung Jamur, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Dusun Krobyoan

MALANG Bangunan yang sebelumnya tidak terpakai di Dusun Krobyoan, Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, kini diubah menjadi kumbung jamur tiram yang produktif. Perubahan tersebut merupakan hasil inisiatif Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 23 Universitas Merdeka Malang (UNMER) dalam melaksanakan program pemberdayaan masyarakat dengan tema sosial.

Program ini mengusung pengembangan keterampilan budidaya jamur tiram sebagai upaya peningkatan pendapatan kelompok masyarakat. Sasaran kegiatan adalah kelompok masyarakat seperti ibu-ibu PKK RW 08 Dusun Krobyoan yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian keluarga serta berpotensi menjadi penggerak usaha produktif di tingkat dusun.

Sebelum pelaksanaan, mahasiswa melakukan observasi dan diskusi bersama perangkat desa guna mengidentifikasi kebutuhan serta potensi wilayah. Dari hasil pengamatan, budidaya jamur tiram dinilai memiliki peluang yang cukup menjanjikan. Selain proses perawatannya yang relatif mudah, lingkungan dusun memiliki tingkat kelembapan yang sesuai serta ketersediaan bahan baku seperti serbuk kayu yang mudah diperoleh.

Pemanfaatan bangunan kosong menjadi langkah awal program ini. Mahasiswa KKmelakukan pembersihan ruangan, perbaikan sederhana, pembuatan rak kumbung, hingga penataan baglog agar sesuai dengan standar budidaya. Proses tersebut dilaksanakan secara gotong royong, mencerminkan kolaborasi aktif antara mahasiswa dan masyarakat.

Setelah kumbung siap digunakan, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dan pelatihan teknis. Materi yang diberikan meliputi pengenalan jamur tiram, pembuatan baglog, inokulasi, pengaturan kelembapan dan sirkulasi udara, perawatan harian, hingga teknik panen yang tepat untuk menjaga kualitas hasil produksi. Praktik langsung menjadi bagian utama dalam kegiatan pengabdian kelompok 23. jamur.jpg

Ketua Kelompok 23, Muhamad Aliza Algivari, menyampaikan bahwa program ini dirancang berdasarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat.

“Kami melihat mayoritas warga bekerja sebagai buruh proyek dan karyawan pabrik. Budidaya jamur tiram menjadi alternatif usaha yang fleksibel karena dapat dilakukan di rumah dengan perawatan yang tidak terlalu rumit,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ketersediaan sumber daya pendukung menjadi faktor penting dalam pemilihan program ini. Dengan modal yang relatif terjangkau dan peluang pasar yang terbuka, budidaya jamur tiram diharapkan mampu menjadi sumber tambahan pendapatan bagi keluarga di Dusun Krobyoan.

Antusiasme ibu-ibu PKK terlihat selama pelaksanaan kegiatan. Mereka aktif mengikuti sesi diskusi dan praktik, serta menunjukkan minat untuk melanjutkan budidaya secara mandiri setelah masa KKN berakhir. Hal ini menjadi indikator bahwa program tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki potensi keberlanjutan.

Rani, Kepala dusun krobyoan turut mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Kelompok 23 yang menghadirkan program sesuai kebutuhan masyarakat. Ia berharap keterampilan yang telah diberikan dapat terus dikembangkan sehingga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga.

Melalui program ini, Mahasiswa KKN Universitas Merdeka Malang berupaya menghadirkan kontribusi konkret dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Kumbung jamur yang kini berdiri bukan sekadar ruang budidaya, melainkan simbol sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun kemandirian berbasis potensi lokal. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow