Tanamkan Empati Sejak Dini, KSM UNISMA Hadirkan Edukasi Sekolah Aman Tanpa Perundungan
Suasana berbeda tampak di SD Negeri 2 Wedoro, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan pada Selasa (10/2/2026).
MALANG Suasana berbeda tampak di SD Negeri 2 Wedoro, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan pada Selasa (10/2/2026). Tawa dan antusiasme siswa memenuhi ruang kelas ketika mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Kelompok 57 Universitas Islam Malang (UNISMA) mengadakan program sosial bertajuk “Sekolah Aman Tanpa Perundungan” sebagai upaya menanamkan kesadaran pentingnya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dilaksanakan di SD Negeri 2 Wedoro dengan melibatkan siswa sekolah dasar sebagai peserta utama. Program ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai bullying, dampaknya terhadap korban maupun pelaku, serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak usia dini.
Program sosialisasi ini juga mendapat dukungan dan arahan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Ika Ratih Sulistiani, S.Pd., M.Pd, yang memberikan bimbingan kepada mahasiswa dalam tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan agar berjalan sesuai tujuan edukatif dan sosial, meskipun tidak dapat hadir secara langsung di lokasi kegiatan.
Kegiatan diawali dengan perkenalan mahasiswa KSM kepada siswa serta penjelasan singkat mengenai tujuan sosialisasi. Materi kemudian disampaikan secara interaktif meliputi pengertian bullying, contoh perilaku perundungan di lingkungan sekolah, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan melaporkan tindakan tersebut.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
Agar siswa lebih mudah memahami materi, mahasiswa menayangkan film pendek bertema bullying. Suasana kelas sempat hening ketika siswa menyimak tayangan tersebut, sebelum akhirnya mereka mulai aktif berdiskusi dan mengemukakan pendapat.
Pada sesi “Cerita Bersama Anak-anak”, siswa diberi ruang untuk berbagi pengalaman yang pernah mereka alami atau saksikan. Mahasiswa KSM memberikan respons positif agar anak-anak merasa aman dalam mengungkapkan perasaan mereka. Setelah itu, siswa menuliskan pesan dan ungkapan hati pada secarik kertas yang kemudian ditempelkan pada papan bertuliskan “Stop Bullying”.
Kegiatan dilanjutkan dengan menulis pesan kebaikan dan semangat untuk teman sekelas. Pesan tersebut dibagikan secara acak sehingga setiap siswa menerima dukungan positif dari temannya. Suasana kelas pun terasa hangat, penuh tawa, dan kebersamaan.
Salah satu siswa kelas V, Raffi (11), mengaku memperoleh pemahaman baru dari kegiatan tersebut. “Saya jadi tahu kalau mengejek teman bisa membuat mereka sedih. Sekarang saya ingin lebih baik kepada teman-teman,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala SDN Wedoro 2, Fira Khurliyah, yang menilai kegiatan ini memberikan dampak positif bagi siswa. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena anak-anak belajar empati dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Mereka terlihat lebih berani berbicara dan saling menghargai,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu mahasiswa KSM 57 UNISMA, Feril, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami dunia anak secara langsung. “Kami belajar bahwa anak-anak sebenarnya ingin didengar. Ketika diberi ruang untuk bercerita, mereka menjadi lebih terbuka dan memahami pentingnya saling menghargai,” ungkapnya.
Kegiatan diakhiri dengan penyampaian kesimpulan, pesan moral kepada siswa, ucapan terima kasih, serta pembagian snack. Seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dan penuh keceriaan.
Melalui program “Sekolah Aman Tanpa Perundungan”, mahasiswa KSM UNISMA berharap nilai empati dapat tumbuh sejak dini sehingga sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga ruang aman yang mendukung perkembangan karakter anak. Langkah sederhana ini diharapkan mampu menginspirasi terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih ramah, inklusif, dan bebas dari perundungan. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
*)Pewarta: Mahasiswa KSM-T Kelompok 57 Universitas Islam Malang (UNISMA)
Apa Reaksi Anda?