LPTQ Cianjur Tunjuk Kecamatan Pagelaran Jadi Tuan Rumah MTQH ke-48 Tahun 2026
Penentuan lokasi di wilayah selatan Cianjur ini diambil melalui mekanisme musyawarah mufakat yang melibatkan sejumlah pihak terkait.
CIANJUR - Langkah awal guna mematangkan perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) ke-48 tingkat Kabupaten Cianjur tahun 2026 mulai digulirkan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ).
Dalam hal ini wilayah Cianjur Selatan, tepatnya di Kecamatan Pagelaran, telah disepakati untuk menjadi pusat penyelenggaraan agenda religi tahunan tersebut.
Penentuan lokasi di wilayah selatan ini diambil melalui mekanisme musyawarah mufakat yang melibatkan sejumlah pihak terkait.
Keputusan tersebut tidak hanya didasari pada kesiapan infrastruktur wilayah, namun juga membawa misi pemerataan penyelenggaraan kegiatan keagamaan di seluruh pelosok Kabupaten Cianjur.
Ketua LPTQ Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, menegaskan bahwa esensi dari kompetisi ini melampaui sekadar agenda rutin.
Menurutnya, ajang ini merupakan instrumen penting guna mengevaluasi efektivitas pembinaan tilawah dan penguatan syiar Al-Quran yang dilakukan di masing-masing kecamatan.
“MTQH ini menjadi tolok ukur sejauh mana pembinaan yang dilakukan di tingkat kecamatan berjalan efektif,” ujar Solehudin, Kamis (7/5/2026).
"Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang penjaringan bibit-bibit unggul yang nantinya dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Cianjur pada ajang MTQH tingkat Provinsi Jawa Barat," imbuhnya.
Meski jadwal pastinya masih dalam tahap sinkronisasi, Ruhli memproyeksikan perhelatan akbar ini akan dilaksanakan pada rentang waktu Juli atau Agustus 2026.
Saat ini, tim panitia telah bergerak melakukan pemetaan teknis, mulai dari pemilihan lokasi lomba hingga skema akomodasi bagi para kafilah dari berbagai penjuru kecamatan.
Lebih lanjut pihak LPTQ Cianjur juga terus membangun komunikasi yang solid dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pagelaran.
Langkah kolaboratif ini krusial untuk menjamin wilayah tuan rumah benar-benar siap menyambut lonjakan massa dan kebutuhan teknis penyelenggaraan di level kabupaten.
Keberhasilan acara ini, lanjut Ruhli, sangat bergantung pada sinergi infrastruktur dan partisipasi aktif masyarakat lokal.
Kehadiran warga sekitar sebagai pendukung utama menjadi salah satu kunci stabilitas dan kenyamanan selama perlombaan berlangsung.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan berbagai unsur terkait agar seluruh kebutuhan teknis maupun nonteknis dapat dipersiapkan sejak dini,” katanya menambahkan.
Pemilihan titik pusat kegiatan di Cianjur Selatan juga dipandang memiliki nilai strategis bagi pembangunan daerah secara luas.
Selain menyuburkan semangat religiusitas, event ini diyakini bakal menggerakkan roda ekonomi kerakyatan, terutama pada sektor jasa penginapan, kuliner, hingga pelaku usaha mikro di sekitar lokasi.
Mengenai aspek pembiayaan, LPTQ memastikan bahwa seluruh operasional penyelenggaraan MTQH 2026 telah terjamin melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Alokasi dana tersebut disesuaikan dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang telah disahkan oleh pemerintah daerah.
Melalui persiapan yang dilakukan jauh hari, LPTQ Kabupaten Cianjur menargetkan gelaran tahun 2026 dapat mencapai standar kualitas yang lebih tinggi.
"Harapan besarnya adalah munculnya generasi Qurani yang tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga menjaga marwah Kabupaten Cianjur melalui prestasi yang gemilang," tandasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?