Libur Sekolah, Kemenpar Gelar BBWI Travel Fair 2026 Ajak Jelajahi Destinasi Wisata Domestik
Kemenpar menggelar BBWI Travel Fair X BINA 2026 di Tunjungan Plaza Surabaya pada 16-18 Mei 2026. Mengusung kampanye Liburan Cara Baru, pameran ini tawarkan beragam promo destinasi domestik untuk kelua
SURABAYA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar pameran Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) Travel Fair X BINA 2026 di Atrium Tunjungan Plaza Surabaya selama tiga hari berturut-turut mulai 16-17 Mei 2026.
Acara pameran dalam rangka menyambut libur sekolah ini menghadirkan sejumlah tenant wisata hingga inspirasi destinasi liburan menarik dan penuh kesan bersama keluarga tercinta. Ada wisata budaya, atraksi, edukasi, kuliner, dan wisata alam.
Mulai tenant Taman Safari Group, Wisata Sekolah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, Jakarta Aquarium, Enchanting Valley, Sekolah Diving Banyuwangi, Jatim Park, Badan Pelaksana Otorita Borobudur, Desa Wisata Ketapan Rame, KidZania, Dispapora Karawang, KAI Group, Toys Kingdom, Mr DIY, hingga JETE Indonesia serta sejumlah pengelola wisata edukasi yang menawarkan paket perjalanan ramah keluarga dan lebih fleksibel dari sisi biaya.
Kehadiran berbagai mitra tersebut memberi banyak alternatif bagi masyarakat dalam menentukan destinasi wisata sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran masing-masing keluarga.
Seluruh tenant menghadirkan ragam promo, hiburan, games, aktivitas keluarga, dan hadiah menarik bagi pengunjung.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Erwita Dianti bersama mitra kolaborasi saat membuka BBWI Travel Fair 2026 di Atrium Tunjungan Plaza 6 Surabaya, Jumat (15/5/2026). (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
"BBWI sendiri merupakan program Kemenpar untuk mendorong masyarakat menjadikan destinasi wisata domestik sebagai pilihan utama saat liburan sekolah," ungkap Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Erwita Dianti, Jumat (15/5/2026).
Melalui travel fair, lanjutnya, Kemenpar menghadirkan konsep baru berwisata yang lebih sederhana, dekat, fleksibel, namun tetap menghadirkan pengalaman berkesan bagi keluarga.
Pameran wisata tersebut sekaligus menjadi bagian dari kampanye nasional bertajuk “Liburan Cara Baru”, sebuah gerakan yang mengajak masyarakat memaknai liburan bukan sekadar perjalanan jauh atau mewah, melainkan momen membangun kedekatan emosional bersama keluarga melalui pengalaman sederhana yang bermakna.
Di tengah kondisi ekonomi yang membuat banyak keluarga mulai lebih selektif mengatur pengeluaran, pola perjalanan wisata masyarakat pun mengalami perubahan.
Kemenpar melihat tren tersebut sebagai peluang untuk memperkuat wisata domestik dengan pendekatan yang lebih realistis dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Erwita mengatakan, konsep “Liburan Cara Baru” hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat yang ingin tetap menikmati momen liburan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Menurutnya, perjalanan wisata saat ini tidak lagi selalu identik dengan bepergian ke lokasi yang jauh. Pengalaman sederhana bersama keluarga justru menjadi hal yang semakin dicari masyarakat.
“Liburan bukan hanya soal pergi jauh, tetapi tentang menciptakan pengalaman bersama yang bermakna. Karena itu, kami menggandeng berbagai mitra strategis lintas sektor untuk menghadirkan inspirasi perjalanan yang lebih terjangkau, fleksibel, namun tetap menyenangkan,” ujarnya.
Melalui pameran tersebut, Kemenpar menghadirkan berbagai inspirasi perjalanan yang dekat dengan kebutuhan keluarga masa kini.
Mulai dari konsep short escape, wisata edukasi anak, perjalanan darat antarkota, eksplorasi desa wisata, hingga pengalaman budaya dan kuliner lokal.
Mengusung tema “Cerita Liburan Sekolah”, kegiatan ini dikemas dengan konsep “Kampung Main Indonesia” yang menghadirkan nuansa interaktif dan edukatif.
Anak-anak maupun orang tua diajak menikmati berbagai permainan tradisional yang mulai jarang ditemui di ruang publik modern.
Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat mengikuti aktivitas edukatif hingga simulasi eksplorasi destinasi wisata secara imersif.
Kolaborasi besar juga tampak dalam penyelenggaraan acara tersebut. “BBWI Travel Fair X BINA 2026” merupakan kerja sama Kemenpar bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia melalui program Belanja di Indonesia Aja (BINA), serta mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur.
Pendekatan yang dihadirkan dalam pameran ini ingin menanamkan perspektif baru kepada masyarakat bahwa perjalanan yang berkesan tidak harus mahal.
Bahkan, perjalanan singkat di sekitar daerah sendiri dinilai mampu memberikan pengalaman emosional yang kuat bagi anak-anak maupun keluarga.
Dalam kesempatan itu, Kemenpar juga memperkenalkan MaIA, platform digital berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang terintegrasi di Indonesia.Travel.
Platform tersebut dirancang untuk membantu masyarakat mendapatkan rekomendasi destinasi wisata, agenda perjalanan, hingga ide aktivitas liburan yang sesuai minat keluarga.
Pemerintah juga terus memperkuat promosi destinasi unggulan nasional yang dinilai cocok untuk wisata keluarga.
Sejumlah kawasan prioritas seperti Danau Toba, Candi Borobudur, Mandalika, hingga Labuan Bajo terus dipromosikan sebagai tujuan utama wisata domestik.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar Jawa Timur, Ali Afandi, menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki potensi wisata yang sangat besar untuk menjadi tujuan utama liburan sekolah masyarakat.
Menurutnya, Jawa Timur tidak hanya memiliki wisata alam dan wisata buatan yang tersebar di berbagai daerah, tetapi juga memiliki kekuatan besar pada sektor desa wisata berbasis budaya lokal.
Ia menyebut saat ini Jawa Timur memiliki 743 desa wisata dengan karakter dan keunikan masing-masing.
Salah satu yang diperkenalkan dalam pameran tersebut adalah Desa Wisata Ketapanrame yang telah meraih prestasi di tingkat nasional.
Selain itu, terdapat pula desa wisata di Jember yang menjadikan permainan tradisional sebagai daya tarik utama wisata berbasis budaya lokal.
“Kalau di Jawa Timur aja sebenarnya sudah sangat luar biasa. Mau wisata pantai ada Banyuwangi sampai Pacitan. Bahkan di Pacitan ada Seruling Samudra yang belum banyak dieksplor,” katanya.
Ali berharap masyarakat mulai menjadikan daerah sendiri sebagai pilihan utama saat musim libur sekolah tiba. Selain lebih hemat, langkah tersebut juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat rasa bangga terhadap potensi wisata lokal.
Melalui kampanye “Liburan Cara Baru”, pemerintah ingin membangun kesadaran bahwa perjalanan wisata bukan hanya tentang berpindah tempat, melainkan tentang menghadirkan cerita, pengalaman, dan kenangan baru bersama keluarga.
Dari permainan tradisional, perjalanan singkat antar kota, hingga menjelajahi desa wisata, setiap perjalanan diharapkan mampu menjadi pengalaman berharga yang akan terus diingat anak-anak selama masa liburan sekolah. (*)
Apa Reaksi Anda?