Leptospirosis di Pacitan Tembus 133 Kasus, Warga Keluhkan Pusing, Muntah Hingga Lemas

Sebagian besar kasus dipicu kurangnya penggunaan alat pelindung diri (APD), terutama saat beraktivitas di sawah atau membersihkan saluran air di lingkungan rumah.

April 28, 2026 - 12:31
Leptospirosis di Pacitan Tembus 133 Kasus, Warga Keluhkan Pusing, Muntah Hingga Lemas

PACITAN - Kasus leptospirosis di Kabupaten Pacitan terus bertambah. Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mencatat sebanyak 133 warga terinfeksi sejak Januari hingga April 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan, drg Nur Farida mengatakan meski angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Namun, ia menegaskan kondisi ini tidak boleh dianggap remeh.

“Total pasien leptospirosis dari Januari sampai April 2026 ada 133 pasien. Memang lebih rendah dibanding tahun lalu, tapi kewaspadaan tetap harus ditingkatkan,” ujarnya. Selasa (28/4/2025).

Data Dinkes menunjukkan, pada Maret 2025 tercatat 69 kasus, sedangkan Maret 2026 turun menjadi 47 kasus. Sementara April 2025 sebanyak 50 kasus, dan April 2026 menjadi 42 kasus.

Menurut Farida, sebagian besar kasus dipicu kurangnya penggunaan alat pelindung diri (APD), terutama saat beraktivitas di sawah atau membersihkan saluran air di lingkungan rumah.

Ia mengingatkan masyarakat, khususnya kelompok berisiko, untuk selalu menggunakan APD dan menjaga kebersihan lingkungan.

Selain itu, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala leptospirosis.

“Jangan menunggu sampai parah. Jika muncul gejala, segera periksa,” katanya.

Farida menambahkan, peningkatan populasi tikus juga menjadi faktor penyebaran bakteri leptospira. Karena itu, penerapan pola hidup bersih dan sehat dinilai penting untuk mencegah penularan.

Menurut pengakuan warga yang belum lama ini terjangkit leptospirosis Suyono, hingga menjalani opname di Puskesmas kepala terasa pusing, mual, hingga muntah berat.

Dia mengaku menjalani rawat inap hingga lima hari. Dan sekarang sudah mulai sembuh namun belum bekerja berat lagi.

"Kepala terasa pusing berat, tubuh panas, mual hingga muntah. Saat mau makan langsung muntah. Sehingga tubuh saya terasa lemas,"ungkapnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow