Konfercab X PCINU ANZ Tegaskan Peran Diaspora NU sebagai Penggerak Moderasi Global

Konfercab X PCINU Australia-New Zealand di Melbourne menegaskan peran diaspora NU sebagai penggerak moderasi, pelestari tradisi, dan pemberi manfaat bagi masyarakat global sekaligus memilih kepengurus

Juni 9, 2026 - 12:30
Konfercab X PCINU ANZ Tegaskan Peran Diaspora NU sebagai Penggerak Moderasi Global

JAKARTA - Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-New Zealand menegaskan komitmennya memperkuat peran diaspora NU sebagai penggerak moderasi, pelestari tradisi, dan pemberi manfaat bagi masyarakat global dalam Konferensi Cabang (Konfercab) X yang digelar di Melbourne, Australia, pada 6-7 Juni 2026.

Ketua Panitia, Rifqi Bachtiar, menegaskan bahwa konfercab ini dirancang bukan sekadar untuk melanjutkan tradisi organisasi, melainkan untuk memperkuat daya hidup diaspora NU agar semakin memberi dampak.

“Tujuan diaspora Nahdlatul Ulama adalah memiliki kemampuan untuk berkembang dan memberi manfaat bagi warga Australia-New Zealand, sekaligus mempererat ukhuwah,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, Selasa (9/6/2026).

Ketua Tanfidziyah PCINU Australia-New Zealand, Arief Syamsulaksana, menuturkan NU telah hadir di Australia selama sekitar dua dekade dan kini memiliki jaringan di seluruh negara bagian. Menurutnya, meski tidak selalu tampil menonjol, berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat terus dijalankan secara konsisten.

Sementara itu, Rais Syuriyah PCINU Australia-New Zealand, Ustaz Emil Idad, menegaskan pentingnya merawat tradisi Ahlussunnah wal Jamaah secara kontekstual. Menurutnya, diaspora NU harus mampu menerjemahkan nilai-nilai keislaman moderat sesuai dengan realitas masyarakat Australia dan Selandia Baru yang majemuk.

PCINU Australia-New Zealand 2Ketua Tanfidziah bersama Rois Syuriah PCINU ANZ Periode 2026-2028. (FOTO: Dok. PCINU ANZ)

“Eksistensi PCINU luar biasa, dari tradisi dan kebermanfaatan kepada masyarakat di Australia. Kita merawat tradisi NU secara kontekstual, mengedepankan sinergi, dan menjadikan moderasi sebagai jalan,” ujarnya.

Di forum tersebut, KH. Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU hadir secara vitual dan turut menyampaikan apresiasi terhadap semangat PCINU Australia-New Zealand. Ia menegaskan bahwa NU sejak awal bukan hanya wadah berkumpulnya kelompok sosial tertentu, tetapi sebuah gerakan peradaban yang lahir dari kesadaran sejarah dan tanggung jawab kemanusiaan yang luas.

Ia menilai diaspora NU di Australia-New Zealand memiliki peluang untuk membangun organisasi yang lebih kokoh dan mampu berbicara dalam skala internasional. "NU perlu terus mengembangkan visi transformasi organisasi agar tetap relevan dengan zaman tanpa kehilangan akar nilai," ucapnya.

Agenda Strategis

Selain mempertegas peran diaspora NU, Konfercab X PCINU Australia-New Zealand juga menghasilkan sejumlah agenda strategis untuk dua tahun ke depan. Fokus pembahasannya mencakup penguatan kelembagaan, kaderisasi, pengembangan program sosial-keagamaan, hingga penguatan peran diaspora dalam membangun jejaring internasional.

Peserta konferensi menyoroti pentingnya penataan organisasi hingga tingkat state dan ranting, termasuk mengakomodasi keterlibatan warga NU yang telah menjadi warga negara Australia namun tetap aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Di sisi lain, berbagai program yang selama ini berjalan, seperti NU Care-LAZISNU, Islamic Literacy School, pengajian, madrasah, Safari Ramadan, dan kegiatan sosial lintas state, dinilai perlu diperkuat agar manfaatnya semakin luas.

Forum juga menekankan pentingnya kaderisasi generasi muda, penguatan legalitas organisasi, serta pengembangan kajian fiqih minoritas yang relevan dengan kehidupan Muslim diaspora di Australia dan Selandia Baru. Isu tersebut dinilai menjadi kebutuhan penting agar tradisi Ahlussunnah wal Jamaah tetap dapat dijalankan secara kontekstual di tengah masyarakat yang multikultural.

PCINU Australia-New ZealandDewan Mustasyar, Syuriah, dan Tanfidziah PCINU ANZ bersama Bapak Konsul Jenderal Victoria Tasmania di acara konfercab ke X PCINU ANZ. (FOTO: PCINU ANZ)

Konfercab kemudian menetapkan kembali Ustaz Emil Idad sebagai Rais Syuriyah PCINU Australia-New Zealand periode 2026-2028. Sementara posisi Ketua Tanfidziyah kembali dipercayakan kepada Arief Syamsulaksana setelah memperoleh dukungan terbanyak dari peserta konferensi.

Arief menyadari tantangan yang dihadapi kepengurusan mendatang tidak ringan. Namun ia optimistis berbagai program yang telah dirancang dapat dijalankan melalui kerja kolektif seluruh elemen organisasi.

“Ini tidak mudah, tetapi dengan kerja sama, saran, dan arahan dari berbagai pihak, kita bisa mensukseskan kepengurusan dua tahun ke depan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ustaz Emil Idad menegaskan bahwa salah satu pekerjaan besar PCINU Australia-New Zealand ke depan adalah mendekatkan tradisi NU kepada generasi muda diaspora, memperkuat sanad keilmuan, serta mengembangkan program-program yang meneguhkan moderasi dan harmoni sosial.

Dengan kepengurusan baru dan sejumlah agenda strategis yang telah disepakati, PCINU Australia-New Zealand berharap dapat terus memperluas kontribusi bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi NU di tengah kehidupan diaspora yang semakin dinamis. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow