Komunitas Konservasi Mapane Ajak Semua Pihak Bersatu Selamatkan Penyu Lewat Environment Fest 2026

Kelompok Konservasi Desa Mapane memanfaatkan Environment Fest 2026 untuk memperkenalkan upaya pelestarian penyu sekaligus mengajak pemerintah dan sektor swasta memperkuat kolaborasi konservasi lingkun

Juni 28, 2026 - 12:31
Komunitas Konservasi Mapane Ajak Semua Pihak Bersatu Selamatkan Penyu Lewat Environment Fest 2026
PALU -

Kelompok Konservasi Pelestarian dan Penyelamatan Lingkungan Desa Mapane, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, memanfaatkan ajang Environment Fest 2026 untuk memperkenalkan berbagai upaya pelestarian penyu yang selama ini dijalankan secara swadaya oleh masyarakat. Melalui kegiatan yang berlangsung pada 27–30 Juni 2026 di Kota Palu, komunitas tersebut juga mengajak pemerintah maupun sektor swasta memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Ketua Kelompok Konservasi Pelestarian dan Penyelamatan Lingkungan Desa Mapane, Syaiful, mengatakan keikutsertaan komunitasnya dalam Environment Fest 2026 menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa masyarakat desa mampu berkontribusi nyata dalam upaya penyelamatan lingkungan sesuai potensi yang dimiliki.

"Tujuan kami hadir di Environment Fest 2026 adalah menunjukkan bahwa kami berupaya mengambil peran dalam penyelamatan lingkungan sesuai kemampuan dan kapasitas yang ada di desa kami," kata Syaiful.

Ia menjelaskan, selama ini Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah maupun Pemerintah Kabupaten Donggala telah memberikan dukungan dengan melibatkan kelompok konservasi dalam berbagai kegiatan dan pameran lingkungan. Menurutnya, kesempatan tersebut penting untuk memperkenalkan hasil kerja komunitas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Syaiful berharap dukungan serupa juga dapat diberikan oleh sektor swasta agar gerakan pelestarian lingkungan menjadi tanggung jawab bersama. Menurutnya, keberhasilan konservasi hanya dapat dicapai melalui kolaborasi berbagai pihak.

Dalam menjalankan program konservasi, kelompok tersebut juga memperoleh bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan berupa pembangunan kolam edukasi tukik. Fasilitas tersebut dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat mengenai siklus hidup penyu, proses penetasan telur, hingga tata cara penanganan tukik sebelum dilepasliarkan ke habitat alaminya.

Ia menambahkan, kawasan pesisir Desa Mapane menjadi habitat bagi tiga spesies penyu, yakni penyu hijau, penyu sisik yang berstatus terancam punah, serta penyu lekang. Telur-telur penyu yang ditemukan nelayan di sepanjang pantai dikumpulkan dan diserahkan kepada kelompok konservasi untuk ditetaskan sebelum tukiknya dilepasliarkan kembali ke laut.

Upaya konservasi tersebut melibatkan masyarakat secara sukarela, mulai dari nelayan, ibu rumah tangga hingga anak-anak, sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menjaga kelestarian satwa yang dilindungi.

Syaiful berharap pemerintah terus membuka ruang bagi komunitas lingkungan untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan konservasi, termasuk melalui penyelenggaraan Environment Fest. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow