Kolaborasi Besar FKIP Unisma, SEAQIL, dan JPI: Menata Ulang Pendidikan di Era Artificial Intelligence
Semangat transformasi pendidikan di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terasa kuat di lingkungan FKIP Universitas Islam Malang dengan menggelar Seminar Nasional bertema “Reimagining Ed
MALANG - Semangat transformasi pendidikan di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terasa kuat di lingkungan FKIP Universitas Islam Malang dengan menggelar Seminar Nasional bertema “Reimagining Education in the Age of AI: From Knowledge Transfer to Human Transformation”.
Hasil kolaborasi strategis bersama SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) dan Asosiasi Jalin Pena Indonesia (JPI). Kegiatan berlangsung di Gedung Utsman bin Affan Lantai 7 Unisma, Jumat (16/5/2026).
Seminar nasional ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan untuk mendiskusikan arah baru pembelajaran di tengah perkembangan AI yang semakin pesat. Tidak hanya membahas transformasi teknologi, kegiatan ini juga menegaskan bahwa pendidikan masa depan harus tetap menempatkan manusia sebagai pusat perubahan.
Peserta seminar berasal dari kalangan dosen, mahasiswa, guru, praktisi pendidikan, serta mitra kelembagaan hadir dalam kegiatan tersebut. Atmosfer akademik terasa semakin kuat dengan hadirnya sejumlah tokoh pendidikan nasional yang memberikan keynote speech sekaligus sambutan pembuka.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Dekan FKIP Universitas Islam Malang, Dr. Hamiddin, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa AI tidak boleh dipandang sebagai ancaman, melainkan peluang untuk memperkuat kualitas pendidikan yang lebih humanis dan adaptif.
“Pendidikan hari ini tidak cukup hanya mentransfer pengetahuan. Kita harus mampu membentuk manusia yang kreatif, berkarakter, adaptif, dan memiliki sensitivitas sosial di tengah perkembangan teknologi AI. Seminar ini menjadi ruang kolaborasi untuk membangun paradigma pendidikan yang lebih transformatif,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Jalin Pena Indonesia (JPI), Dr. Misbah Fikrianto, M.Si., menyampaikan bahwa kolaborasi antarlembaga merupakan kunci penting dalam menghadapi tantangan pendidikan global.
“Era AI menuntut dunia pendidikan untuk bergerak bersama. Tidak ada institusi yang bisa berjalan sendiri. Karena itu, sinergi antara kampus, asosiasi profesi, dan lembaga internasional seperti SEAQIL menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pendidikan yang relevan dengan masa depan,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Rektor Universitas Islam Malang, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., menegaskan komitmen Unisma dalam mendukung inovasi pendidikan berbasis teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan.
“Artificial Intelligence hanyalah alat. Yang paling penting adalah bagaimana manusia tetap menjadi pengendali utama dengan nilai moral, etika, dan kebijaksanaan. Unisma berkomitmen menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga unggul secara karakter,” tegasnya.
Tidak hanya seminar nasional, kegiatan ini juga menjadi ajang penguatan jejaring kelembagaan. Dalam kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan berbagai kerja sama strategis berupa MoU, PKS, dan IA antara FKIP Unisma dengan sejumlah institusi pendidikan dan organisasi mitra.
Empat program studi di lingkungan FKIP Unisma turut menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Agreement bersama Asosiasi Jalin Pena Indonesia (JPI) dan SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL). Selain itu, FKIP Unisma juga menjalin kerja sama dengan STKIP Syekh Mansur serta Politeknik Assalam Surakarta sebagai bagian dari penguatan kolaborasi tridarma perguruan tinggi.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa FKIP Unisma terus bergerak aktif membangun ekosistem pendidikan kolaboratif di tingkat nasional maupun internasional. Di tengah derasnya arus perkembangan AI, seminar ini membawa pesan penting bahwa masa depan pendidikan bukan sekadar tentang teknologi, melainkan tentang bagaimana teknologi digunakan untuk membentuk manusia yang lebih berdaya, beretika, dan bermakna. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Apa Reaksi Anda?